Siapakah Abu Thalib – Ada beragam hikmah yang dapat Sobat Cahaya Islam ambil dari kisah nabi Muhammad SAW. Siapakah Abu Thalib selalu menjadi pertanyaan menarik berkaitan dengan keluarga Rasulullah. Perjuangan Nabi Muhammad SAW saat menyebarkan agama Islam tidak selalu berjalan mulus.
Lalu, apa alasan paman Rasulullah selalu melindunginya selama menyebarkan agama Islam?
Siapakah Abu Thalib?
Salah satu orang yang paling berani maju membela Rasulullah SAW dan tak segan-segan mengajukan pedangnya adalah Abu Thalib. Sepeninggal sang kakek, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Abu Thalib. Pamannya sangat sayang dan sudah menganggap Rasulullah sebagai anaknya sendiri.
Abu Thalib merupakan kerabat Rasulullah yang tidak mau mengakui kenabiannya. Lalu, apa agama Abu Thalib yang sebenarnya? Hingga akhir hayatnya, paman nabi Muhammad SAW tidak mau bersyahadat. Abu Tholib merupakan orang terpandang dan sangat disegani kalangan Kaum Quraisy.


Sebab, beliau memiliki kebijaksanaan yang tinggi meskipun sampai akhir hayatnya tidak memeluk agama Islam. Namun, cinta kasih kepada keponakannya tersebut tidak pernah pudar. Sang paman gigih membela Islam. Ketika Rasulullah SAW sempat dilempari kotoran dan darah oleh kaum Quraisy.
Paman Nabi Muhammad ini dengan penuh amarah dan sebilah pedang sigap membela keponakannya. Banyak sekali upaya menghalangi Rasulullah menyebarkan agama Islam. Upaya pembunuhan terhadap Nabi Muhammad gagal lantaran mendapatkan perlindungan dari Abu Tholib.
Perjuangan tersebut sudah cukup menjelaskan siapakah Abu Tholib. Rasa cintanya kepada keponakan dan kegigihan membela Islam begitu besar. Beliau tidak pernah membenci Islam dan merasa senang dengan agama tersebut.
Bahkan Ali bin Abi Tholib masuk Islam dan shalat bersama Nabi Muhammad, Abu Tholib berbesar hati dan menguatkan hati anaknya. Namun sayangnya paman Rasulullah wafat dalam keadaan musyrik dan kafir. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis berikut ini:
“Apakah Engkau membenci agama Abdul Muthallib?” Maka Rasulullah terus-menerus mengulang perkataannya tersebut, sampai Abu Thalib akhirnya tidak mau mengucapkannya. Dia tetap berada di atas agama Abdul Muthallib dan enggan untuk mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’.” 1
Mengapa Abu Thalib Tidak Masuk Islam?
Siapakah Abu Tholib yang hingga akhir hayatnya tidak masuk Islam? Dikisahkan ketika kematian paman Rasulullah telah dekat, Nabi Muhammad SAW mendatangi dan meminta pamannya mengucap syahadat. Namun, paman Nabi Muhammad menolak masuk Islam dan tetap memilih agama kaumnya.
Abu Tholib tidak ingin dianggap takut oleh kaum Quraisy menghadapi kematian dengan mengubah agamanya. Sebagian ulama meyakini bahwa Abu Tholib tidak wafat dalam keadaan tidak beriman. Dari penjelasan tersebut siapakah Abu Thalib dan alasannya tidak memeluk Islam hingga akhir hayat terjawab sudah.


Sepeninggal paman kesayangan Nabi Muhammad SAW turunlah ayat berikut ini:
“Tidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.” 2
Meskipun ada riwayat lemah tentang kisah Paman Nabi, Abbas menyebutkan jika di akhir hayat, kemungkinan besar Abu Tholib menyembunyikan keislamannya. Pengorbanan, kesabaran, dan keberanian sang paman melindungi Rasulullah tetap dikenang dengan hormat.
Karena tidak mengakui keesaan Allah, maka Abu Tholib wafat dalam golongan kafir. Neraka merupakan tempat kembali untuknya. Namun, pengorbanan tersebut mendapat siksaan paling ringan di neraka berkat syafaat Rasulullah SAW.
Kisah siapakah Abu Thalib memberikan banyak hikmah bagi Sobat Cahaya Islam. Walaupun paman Nabi Muhammad berusaha melindunginya hingga akhir hayat, namun surga tidak bisa jadi tempat berpulang. Lantaran Abu Tholib meninggal dalam keadaan kafir dan neraka sebagai ganjarannya.
































bookmarked!!, I like your website!
Sungguh tulisan yang kaya ilmu dan disajikan dengan bahasa yang ringan namun tetap berbobot.