Sekum  PP Muhammadiyah Menghadiri Resepsi Milad ke-112

0
572
Sekum PP Muhammadiyah

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti baru-baru ini telah menghadiri Resepsi Milad ke-112 yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung. Acara ini diselenggarakan pada (20/11) tepatnya di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Antapani, Bandung.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Mandikdasmen ini sangat bersyukur atas anugerah yang telah diberikan Allah SWT. Di mana Muhammadiyah  diharapkan bisa langsung melakukan istikamah dalam dakwah. Tujuannya tentu untuk memajukan umat dan bangsa hingga 112 tahun lamanya.

Sekum  PP Muhammadiyah Menghadiri Milad

Sekum PP Muhammadiyah

Pada Milad ke-112 organisasi Muhammadiyah ini sendiri telah mengambil tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”. Tema tersebut tentu diharapkan Abdul Mu’ti bisa menjadi panduan dan haluan dakwah.

Sekum PP Muhammadiyah berpendapat dakwah ini tidak berdampak pada akhirat, namun juga kehidupan di dunia. Mu’ti juga saat itu telah menjelaskan tema tersebut setidaknya berdiri di atas tiga argumen saja.

1. Argumen Teologis

Pertama, argumen teologis yang didasari pada Surat Hud ayat 61. Di mana surat ini diciptakan untuk manusia di muka bumi yang bertugas memakmurkannya.

Tidak hanya itu, pada awal ayat tersebut juga telah diperintahkan bermuhasabah atas berbagai kejadian.

Sekum PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa manusia merupakan makhluk yang asalnya dari tanah. Lalu, ditumbuhkan sebagai makhluk yang hidup di tanah tersebut.

Namun, Sobat Cahaya Islami memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu menciptakan kemakmuran di bumi. Tanggung jawab manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi ini.

Di mana manusia bertugas untuk memakmurkan dengan tidak melakukan kerusakan. Seluruh potensi yang ada perlu untuk dilakukan eksplorasi dengan baik tanpa harus merusak. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemanfaatan bagi umat manusia.

2. Pemilihan Tema Milad ke 112

Argumen yang kedua terkait pemilihan tema Milad ke-112 dan Tanwir Muhammadiyah ini yaitu didasari oleh landasan konstitusional. Landasan ini merupakan pesan yang dikandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Di mana undang-undang tersebut menyebutkan tujuan dibentuknya negara Indonesia merdeka untuk bersatu, berdaulat, adil, serta makmur.

Keragaman yang telah dimiliki oleh Indonesia mulai dari jumlah pulau, banyaknya suku, bahasa, hingga luasnya wilayah. Namun, menurut Abdul Mu’ti dengan tetap bersatu serta damai merupakan salah satu mukjizat.

Hal ini karena banyak negara-negara besar yang kemudian berpecah belah menjadi negara-negara kecil. Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa adanya adil dan makmur menjadi dua hal yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

3. Tentang Keadilan Masyarakat

Sekum PP Muhammadiyah

Keadilan tersebut memang masih menjadi sesuatu yang sangat didambakan. Kemakmuran dan keadilan di Indonesia sampai sejauh ini memang masih terjadi ketimpangan.

Oleh karena itu, menurutnya Sobat Cahaya Islami tidak hanya cukup menyampaikan kritik destruktif. Namun, kritik yang diberikan juga harus bersifat konstruktif untuk membangun bangsa serta negara ini. Hal tersebut agar lebih makmur dan adil.

Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Muhammadiyah telah terpanggil untuk memenuhi panggilan konstitusi tersebut. Lalu, Sekum PP Muhammadiyah bisa berbuat apa saja agar cita-cita kemerdekaan dan tuntunan Al Qur’an menciptakan kemakmuran.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY