Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah Ditutup, Berdampak Perbaikan Komunikasi

0
166
Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah

Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah Zona I yang diselenggarakan kawasan Indonesia Timur resmi ditutup di Hotel Aryaduta Makassar, Ahad (17/8). Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat, 15 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut diinisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Pusat Syiar Digital Muhammadiyah. Muhammadiyah bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU) PP Muhammadiyah, dan menjadikan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sebagai tuan rumah.

Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ambo Asse menutup acara tersebut secara resmi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dalam mendukung dakwah Muhammadiyah.

Ilmu digital ini harus bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jadi, bukan hanya sekedar menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Konten yang dihasilkan harus bisa memperkuat syiar organisasi dan memberi manfaat bagi umat.

1. Menjadikan Ilmu yang Diperoleh sebagai Bekal

Menurut Ambo, pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah di era digital hanya dapat dibangun jika informasi yang beredar dikelola dengan benar, terukur, serta bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan agar peserta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal. Ilmu ini untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah melalui dakwah digital.

Ia juga menegaskan, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat basis komunikasi organisasi.

2. Mengapresiasi Semangat Para Peserta

Direktur Pusat Syiar Digital Muhammadiyah, Choirul Fajri, turut mengapresiasi semangat para peserta. Ia menyebut, selama tiga hari peserta tidak hanya mempelajari teori.

Namun, juga praktik pembuatan konten dan simulasi penanganan krisis komunikasi. Jadi, hasil pelatihan ini akan mereka monitoring dan evaluasi secara berkala.

Pelatihan Manajemen Reputasi

Hal ini agar benar-benar memberi dampak pada penguatan komunikasi Muhammadiyah.

Choirul Fajri menambahkan, pelatihan serupa juga akan berlanjut di Zona II yang meliputi wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan pada akhir Agustus mendatang.

Pelatihan rencananya akan digelar di universitas Muhammadiyah Tangerang 29-31 Agustus 2025.

3. Pentingnya Kesinambungan agar Setiap Wilayah Memiliki Standar

Program tersebut diharapkan menjadi model nasional yang dapat direplikasi oleh PWM hingga tingkat daerah. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan agar setiap wilayah memiliki standar yang sama dalam membangun reputasi digital.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi seputar strategi membangun reputasi organisasi. Selain itu, pemetaan pemangku kepentingan, teknik komunikasi krisis, hingga metode evaluasi dan pengukuran siar digital.

Narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi komunikasi. Hal ini termasuk Adhianty Nurjanah, Fajar Junaedi, Aswad Ishak, dan Ayub Dwi Anggoro.

Selain materi kelas, peserta juga akan melakukan simulasi praktik dalam pembuatan konten digital.

4. Memperkuat Keterampilan Teknis

Latihan tersebut bertujuan memperkuat keterampilan teknis agar peserta mampu menghasilkan narasi positif yang sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

Dalam sesi penutup, Ambo Asse kembali mengingatkan agar hasil pelatihan tidak berhenti sebatas wacana. Ia juga menegaskan perlunya tindak lanjut konkret di daerah.

Sejumlah peserta juga menyambut baik pesan tersebut. Mereka menilai pelatihan membuka wawasan yang baru tentang pentingnya reputasi organisasi di tengah arus informasi digital.

Menurut perwakilan peserta dari Sorong, Wisnu, ke depan Muhammadiyah diharapkan dapat mengintegrasikan seluruh aktivitas dakwahnya dengan strategi komunikasi digital yang terarah.

Choirul menegaskan Pusat Syiar Digital Muhammadiyah akan terus mendampingi peserta melalui monitoring tiga bulan pasca pelatihan. Ia juga berharap setiap PWM mampu menunjukkan peningkatan kualitas konten, interaktivitas, dan dampak sosial dari narasi yang dibangun.

Melalui penutupan ini, rangkaian Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah Zona I resmi berakhir. Namun, pesan yang disampaikan para pimpinan Muhammadiyah menegaskan bahwa tanggung jawab peserta justru baru dimulai. Misalnya saja, pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah akan mengubah ilmu yang diperoleh menjadi aksi nyata dalam memperkuat syiar digital Muhammadiyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY