Fakta dan Sejarah Syi’ah, Sobat Muslim Sudah Tahu?

0
1051
sejarah Syi’ah

Sejarah Syi’ah – Syi’ah senantiasa menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan umat Islam. Keberadaan mereka menjadi duri dalam daging yang memecah-belah dan menghancurkan umat Islam dari dalam. Pemahaman akan sejarah Syi’ah menjadi penting bagi umat Islam agar tidak keliru menilai mereka.

Sampai saat ini Syi’ah masih sering membuat kekacauan. Misalnya saja usaha mereka untuk menghancurkan Ka’bah dan mengganggu ibadah haji. Belum lagi sentimen anti Arab yang begitu sering mereka kobarkan.

Sejak awal kemunculan mereka dahulu, Syi’ah selalu menimbulkan keonaran di dalam tubuh umat Islam. Syi’ah memang berdiri dengan landasan dendam kesumat kepada Islam. Catatan sejarah Syi’ah adalah pergolakan dan pertumpahan darah.

Awal Mula Sejarah Syi’ah

Sobat Cahaya Islam, berdirinya Daulah Islamiyyah yang kuat di Madinah tentunya menghadirkan dendam dan kebencian di hati musuh-musuhnya. Mereka adalah Yahudi yang terusir dari Madinah, Romawi dan Persia yang tak berdaya di hadapan pasukan Islam, serta juga para dukun, tuan tanah, dan orang-orang yang memonopoli perdagangan.

Terbunuhnya Khalifah Umar bin Khattab ra, yang menjadi benteng kokoh umat Islam dalam menghadapi musuh, menjadi celah bagi para pemberontak. Bentrokan bersenjata di berbagai wilayah Islam bermunculan pada masa awal kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan ra.

Keberhasilan pasukan Islam memadamkan pemberontakan bersenjata ini menjadikan musuh mencari cara lain. Karenanya mereka menyusupkan ke dalam tubuh umat Islam seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, Abdullah bin Saba’. Di sinilah sejarah Syi’ah bermula.

Dialah aktor di balik terbunuhnya Khalifah Utsman dan pertikaian antara Ali bin Abi Thalib ra dan Mu’awiyah. Ibnu Saba’ memanfaatkan dengan baik ketidaksukaan keluarga Utsman terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. Dia mengokohkan pengaruhnya di kalangan pendukung Ali di Kufah, Bashrah, dan Mesir.

Kaitan antara Syi’ah dan Ali bin Abi Thalib ra

Abdullah bin Saba’ memang menahbiskan dirinya sebagai pendukung setia Ali bin Abi Thalib ra. Dia menanamkan pendapatnya di tengah-tengah umat Islam dengan kata-katanya, “Setiap Nabi memiliki penerima wasiat, dan Ali adalah penerima wasiat Rasulullah saw. Utsman merebut kekuasaan umat ini dan mengambil hak dari tangan orang yang berhak.”

Dia menguatkan pendapatnya ini dengan hadits-hadits yang memuji dan merekomendasikan Ali. Salah satunya adalah hadits ini, “Siapa yang menjadikanku sebagai wali maka Ali juga adalah wali baginya. Ya Allah, belalah orang yang membelanya dan musuhilah orang yang memusuhinya.” (HR Abu Ya’la. Husain Salim Asad berkata, “Sanadnya dhaif.”)

Syi’ah sangat memuja Ali dan keluarganya. Mereka meyakini bahwa khalifah mestilah keturunan Ali dan mereka menyebutnya Imam. Imam Syi’ah berkuasa secara politik dan agama serta dipandang sebagai seorang yang ma’shum (terjaga dari dosa dan kesalahan).

sejarah Syi’ah

Mereka percaya bahwa wahyu seharusnya turun kepada Ali dan bukannya kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagian kalangan Syi’ah bahkan menganggap Ali sebagai tuhan. Syi’ah memiliki waktu dan cara shalat yang berbeda dengan umat Islam. Mereka juga mempunyai kiblat sendiri yaitu Karbala dan kitab suci mereka sendiri.

Dalam kitab Syi’ah, Furu’ Al-Kafi, tertulis, “Sesungguhnya ziarah ke kubur Husain senilai dengan ibadah haji 20 kali. Dan lebih utama daripada umrah 20 kali serta haji sekali.” (Ya’kub Al-Kulaini)

Syi’ah menganggap hari terbunuhnya Husain bin Ali, yakni tanggal 10 Muharram, sebagai hari raya mereka, hari Asyura. Pada perayaan Asyura itu mereka melukai diri sendiri untuk mengenang penganiayaan pada Husain.

Demikian, Sobat Cahaya Islam, sedikit penjelasan tentang sejarah Syi’ah. Sebenarnya jika menelaahnya dengan teliti, banyak sekali kesesatan Syi’ah yang membuat kita bertanya-tanya tentang akidah mereka. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY