Sejarah Islam Tentang Qurban: Ibrahim Tega menyembelih Ismail?

0
1017

Pasti kita sering mendengar kisah-kisah 25 nabi dan rasul. Setiap nabi dan rasul memiliki kisahnya sendiri. Ada yang membuat berdebar-debar, ada yang membuat kagum, bahkan ada yang bikin tidak tega mendengar atau membaca kisahnya. Dari sekian banyak kisah nabi dan rasul, manakah yang paling menarik bagimu? Setiap orang mungkin punya jawaban berbeda-beda tapi kisah Ibrahim yang mendapat perintah menyembelih anaknya bisa jadi sejarah Islam yang paling menarik untuk disimak. Kenapa seorang nabi tega menyembelih anaknya sendiri?

Ibrahim yang Tak Kunjung diberi Anak

Dalam kisah Islam, kita mengenal Ibrahim sebagai Abul Anbiya’ yang artinya bapak dari para nabi, karena memang nabi Ibrahim memiliki banyak putra yang akhirnya diutus menjadi nabi. Sebut saja Ismail dan Ishaq. Namun, tahukan kalian jika dalam perjalanannya mendapatkan banyak anak, nabi Ibrahim awalnya tak kunjung mempunyai anak? Hal ini membuat nabi Ibrahim dan istrinya sedih. Namun, nabi Ibrahim tak menyerah begitu saja. Dari banyak sejarah Islam yang kita tahu, nabi Ibrahim berdoa agar diberikan anak yang solih dan doa itu akhirnya dikabulkan oleh Allah.

Perintah Menyembelih Anak Melalui Mimpi

Ketika Allah mengkaruniai nabi Ibrahim dan istrinya seorang anak, mereka sangat senang. Anak di sini yang dimaksud adalah Ismail, yang akhirnya juga menjadi seorang nabi. Namun, sejarah Islam ini sangat menarik tatkala nabi Ibrahim mendapatkan mimpi yang sangat aneh. Disebut aneh karena mimpi ini datang dari Allah yang memerintahkan beliau untuk menyembelih Ismail yang sedang tumbuh. Padahal, saat itu Ibrahim sedang sayang-sayangnya kepada anaknya yang sedang tumbuh tersebut. Kemudian, nabi Ibrahim bercerita kepada istri dan anaknya mengenai mimpi tersebut. Istri dan anaknya sudah rela namun Ibrahim masih bimbang. Pada akhirnya, dalam cerita Islam ini Ibrahim memutuskan untuk memenuhi perintah tersebut.

Allah Mengganti Ismail dengan Domba Besar

Setelah berpikir dan berpikir, akhirnya Ibrahim memutuskan untuk menyembelih Ismail, putranya sendiri. Namun, karena Ismail sendiri percaya kepada Allah, maka ia juga meniyakannya. Akhirnya dengan perasaan tidak tega Ibrahim menyembelih Ismail. Tapi sebelum pisau memotong leher Ismail, Allah menggantinya dengan seekor domba yang besar. Maha besar Allah atas segala yang Dia kehendaki. Sejarah Islam ini diabadikan kisahnya dalam Al-Qur’an surat As-Shaaffaat ayat 99-111 yang berbunyi:

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِين رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

Perintah Qurban

Sejarah Islam tentang penyembelihan Ismail oleh ayahya ini menjadi awal perintah qurban bagi umat Islam. Saat ini pada hari raya Idul Adha, umat Islam berbondong bondong melakukan qurban seperti kambing dan sapi. Pahala untuk orang yang mau berqurban sangatlah besar. Namun, karena qurban ini memerlukan biaya yang mahal, seperti halnya haji, maka qurban hanya diperintahkan untuk orang yang mampu terutama secara materi. Jadi, sekarang kita tahu asal usul perintah qurban dalam Islam pada hari raya Idul Adha.

Jangan lupa juga untuk membaca beberapa artikel kami bila sobat Cahayaislam ingin berqurban. Sobat perlu tahu juga tentang Kriteria hewan qurban yang direkomendasikan. Atau bila anda ingin patungan dalam berqurban, anda perlu mampir juga untuk mengetahui hukum perhitungan patungan qurban dalam artikel tim Cahayaislam yang lain.

Hikmah Cerita

Dari sejarah Islam di atas, apa saja yang bisa kita ambil hikmahnya? Pertama, belajar dari Ibrahim, kita harus selalu melaksanakan perintah Allah meskipun berat rasanya. Kedua, belajar dari ismail, kita harus mematuhi orang tua selagi tidak menyimpang dari Islam. Kemudian, kita juga harus belajar dari Ibrahim bahwa berqurban itu sangat penting bahkan beliau rela berqurban anaknya sendiri. Selain itu, untuk pasangan yang belum juga dikaruniai anak, jangan pernah putus asa dan selalu berdoa karena Allah Maha Mengabulkan doa. Mudah mudahan ini bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!