RUU Minuman Beralkohol Dibuat, Bagaimana Hukum Mengkonsumsi Alkohol Dalam Islam?

0
46

RUU Minuman Beralkohol – Dibuatnya RUU ini untuk menekan jumlah produsen dan pengguna alkohol yang semakin merajalela. Minuman alkohol seperti yang kita ketahui dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti jantung hingga kematian.

Apalagi pada saat ini banyak sekali alkohol oplosan yang dijual di masyarakat. Oleh karena itu, dibuatlah RUU minuman beralkohol agar dapat menekan angka kematian dan kejahatan yang disebabkan oleh alkohol.

Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kita untuk tidak meminum alkohol. Adapun alasannya adalah alkohol lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Akan tetapi, sungguh memprihatinkan karena masih banyak negara yang memperbolehkan masyarakatnya untuk minum alkohol tanpa adanya batasan.

Padahal, menurut banyak penelitian mengkonsumsi alkohol dapat menurunkan sistem imun kita dan membuat kita mudah terserang berbagai penyakit. Lalu, bagaimana hukum mengkonsumsi alkohol dalam Islam?

Hukum Mengkonsumsi Alkohol dalam Islam Sehingga Adanya RUU Minuman Beralkohol

Alkohol adalah suatu minuman yang memabukkan. Islam mengharamkan minuman ini untuk dikonsumsi oleh orang-orang muslim. Bahkan, tidak hanya minuman alkoholnya saja yang diharamkan untuk dikonsumsi, Allah juga melaknat orang yang membuatnya dan orang yang mengkonsumsinya.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah:90).

Ada banyak hukuman untuk orang-orang yang menjual dan mengkonsumsi minuman beralkohol di dunia. Salah satunya adalah adanya RUU Minuman beralkohol yang menghukum penjual minuman beralkohol tersebut dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal 1 milyar. Sedangkan untuk orang yang mengkonsumsinya diberi hukuman paling banyak 2 tahun penjara dan denda maksimal 50 juta.

Adapun hukum mengkonsumsi alkohol menurut ulama, yaitu:

1. NU

Sedikit atau banyaknya meminum alkohol tetap beresiko untuk kesehatan selain karena diharamkan oleh Allah. Maka, lebih baik kita menjauhi minuman beralkohol dengan adanya pertimbangan-pertimbangan tersebut.

2. MUI

Menurut ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), alkohol yang termasuk dalam kategori umum seperti khamr hukumnya adalah haram untuk dikonsumsi. Selain itu, khamr juga digolongkan barang yang najis, sedangkan minuman yang bukan khamr tidak termasuk golongan barang yang najis.

Adapun produk atau alat medis yang mengandung alkohol adalah haram apabila membahayakan nyawa manusia, sedangkan jika tidak membahayakan manusia maka hukumnya adalah mubah. Artinya, diperbolehkan untuk dilakukan kepada diri sendiri dan orang lain.

3. Muhammadiyah

Sedikit atau banyaknya mengkonsumsi alkohol adalah haram. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu hukum dalam negeri yang membahas tentang hukuman bagi orang yang memproduksi dan membeli atau mengkonsumsi minuman beralkohol.

Disisi lain, kita tidak dapat memungkiri bahwa alkohol juga digunakan untuk pengobatan dan menjadi salah satu sumber pendapatan negara. Akan tetapi, kita juga harus melihat sisi buruknya, yaitu dampak buruknya terhadap kesehatan apabila digunakan secara berlebihan dan dalam jangka panjang yang menyebabkan penyakit mematikan sampai meninggal dunia.

Selain itu, banyaknya kasus pelecehan seksual atau pemerkosaan serta pembunuhan dikarenakan keadaan pelaku yang mabuk terpengaruh oleh minuman beralkohol sehingga membuat mereka tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Oleh karena itu, RUU Minuman beralkohol ini diharapkan mampu untuk menurunkan angka kejahatan tersebut.

Itulah hukum mengkonsumsi alkohol dalam Islam sehingga adanya RUU minuman beralkohol. Semoga kita selalu dijauhkan dari minuman tersebut di dunia ini. Amiinn…

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY