Hari Pramuka – Setiap tahunnya hari pramuka selalu umat peringati setiap tanggal 14 Agustus. Peringatan hari tersebut berjarak selang 3 hari dengan perayaan kemerdekaan Indonesia. Ada banyak hal yang dapat menjadi wasilah untuk selebrasi hari tersebut. Salah satunya yakni dengan mengenang para pahlawan muslim.
Sobat Cahaya Islam, memperingati hari pramuka dengan mengenang para pahlawan muslim tentu saja menjadi hal yang menarik dan edukatif. Sebab, selain senantiasa mengingatkan umat dengan hari para praja muda karana tersebut, umat akan termotivasi dengan perjuangannya para pahlawan muslim khususnya di Indonesia ini.
Bagaimana Umat Menyikapi Hari Pramuka yang Senantiasa Diperingati?


Sobat Cahaya Islam, peringatan hari pramuka setiap tahunnya tak boleh hanya menjadi selebrasi belaka. Oleh sebab itu, umat dapat menginisiasinya dengan mengingat perjuangan pahlawan muslim. Apa keterkaitannya?
Persamaannya yakni, perjuangan hari pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus tentu saja melalui berbagai proses.
Hal ini sama dengan perjuangan para kaum muslimin terutama biasa umat sebut dengan pahlawan muslim.
Bahkan untuk mendapat gelar sebagai pahlawan, setelah para pejuang muslim ini telah menghadap Allah SWT.
Selain itu, mengingat perjuangan umat akan menjadikan generasi hari ini tak sekedar rebahan saja, namun juga akan melakukan gerakan perubahan menuju kebaikan seperti para pendahulunya.
Hal tersebut juga harus senantiasa umat ingatkan pada generasi millenial sekarang supaya dapat mengikuti jejak mereka.
Mengapa Umat Harus Senantiasa Mengenang Para Pahlawan Muslim?
Sobat Cahaya Islam, mengenang para pejuang agama umat memang tak perlu menunggu sewaktu hari tersebut saja.
Aktivitas mengenang serta meneladani perjuangan kaum muslimin harusnya bisa umat lakukan setiap waktu.
Hal ini bertujuan agar umat dapat senantiasa memahami bahwa esensi perjuangan kaum muslimin akan selalu menggelora dalam hati umat.
Memang, bangsa telah merdeka. Namun, faktanya banyak problema yang masih membutuhkan solusi. Inilah saatnya bagi umat untuk ikut bangkit mengikuti generasi terdahulu.
Rasa semangat ini bahkan telah Allah SWT gambarkan dalam firmannya pada surat Ali Imron ayat 110 yakni :
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Artinya : Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
Dari ayat tersebut, umat seharusnya memahami bahwa memang Allah SWT telah memberikan perintah bahawa karakteristik yang perlu umat tanamkan dalam diri yakni agar menjadi generasi terbaik.
Generasi terbaik versi yakni mereka yang mampu menyuarakan, memperjuangkan bahkan sampai tataran membela kebenaran akan Islam.
Tak banyak generasi yang mampu dan mau untuk berjuang sampai level tersebut. Alih – alih demikian, umat malah menjauh dan acuh dengan Islam.
Oleh karena itu, umat butuh untuk bersinergi dengan umat Islam lainnya agar generasi terbaik dapat terwujud.
Salah satu wasilahnya yakni melalui kajian dan mengajak generasi dalam majelis ilmu agar generasi sekarang mulai terbiasa dengan perjuangan Islam.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Hari Pramuka serta bagaimana umat menyikapi hari tersebut.
Semoga dengan adanya artikel ini umat dapat lebih memahami esensi dari sebuah peringatan hari Praja Muda Karana (Pramuka) tersebut. Sehingga, aktivitas yang umat dapat membuahkan ridho dari Allah Ta’ala.
































