Puasa Dzulhijjah 2023 – Dzulhijjah adalah bulan terakhir atau ke 12 menurut kalender islam yakni hijriah. Di bulan ini, ada ibadah yang bisa umat islam jalankan yakni puasa Dzulhijjah 2023.
Banyak sekali keutamaan dari menjalankan ibadah puasa tersebut. Karena itu, ada baiknya umat islam turut berpuasa di bulan Dzulhijjah.
Ibadah Puasa Dzulhijjah 2023
Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang begitu Allah SWT muliakan. Bahkan, bulan Dzulhijjah termasuk ke dalam jajaran bulan Haram.
Saat berada di bulan yang begitu mulia, ada anjuran umat islam untuk memperbanyak amalan saleh. Dengan begitu, muslimin bisa mendapat pahala dan berkah yang berlipat ganda.
Satu ibadah yang dapat umat islam jalankan yaitu menjalankan puasa Dzulhijjah 2023. Meskipun hukumnya sunnah, banyak sekali keutamaan dari menjalankan ibadah tersebut.
Umat islam bisa menjalankan ibadah sunnah ini pada 10 hari pertama sebelum perayaan Idul Adha atau lebaran Qurban. Dalam versi Muhammadiyah, 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh di tanggal 19 Juni 2023.
Muslimin bisa melaksanakan ibadah puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, serta Arafah terhitung di hari pertama bulan Haram tersebut. Jalankan ibadah dengan Ikhlas agar mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
Ibadah Puasa Dzulhijjah dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, keutamaan ibadah puasa Dzulhijjah 2023 merupakan sebaik-baiknya puasa sesudah Ramadan. Terlebih, puasa di bulan Dzulhijjah juga akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Pasalnya, Dzulhijjah adalah satu dari 4 bulan mulia dan disebut sebagai syahrullah atau bulannya Allah SWT. Umat islam bisa menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah mulai dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
Adapun puasa sendiri merupakan ibadah yang spesial. Sampai-sampai Allah memberi kesempatan kepada para pelakunya untuk berdoa dan tidak akan tertolak.
Selain itu, banyak sekali keutamaan menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah jika menjalankannya dengan islam.
Keutamaan Menjalankan Puasa Dzulhijjah
Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa keutamaan menjalankan ibadah puasa di bulan Dzulhijjah:
1. Terbebas dari Api Neraka
Keutamaan pertama bagi orang yang menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah yakni terbebas dari api neraka. Adapun Hari Arafah Allah SWT merupakan saat paling banyak manusia dibebaskan dari api neraka.
Hari tersebut berada dalam bulan Dzulhijjah yang membuatnya menjadi bulan mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allâh membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” [HR. Muslim no. 1348].
2. Menghapus Dosa
Keutamaan berikutnya puasa Dzulhijjah yakni hari ke 8 Tarwiyah dan hari ke 9 Arafah yaitu bisa menghapus dosa. Berdasarkan beberapa hadits, dosa yang terhapus yakni satu tahun yang sudah terlewati.


Sementara itu, puasa di hari Arafah mempunyai keutamaan yakni menghapuskan dosa dua tahun. Satu tahunnya yaitu tahun lalu, sedangkan tahun lainnya tahun yang akan datang.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
3. Lebih Utama daripada Jihad
Rasulullah SAW bersabda:
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ »
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)


Karena itu, penting untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Dzulhijjah dengan hati yang Ikhlas dan mengharap pahala Allah SWT.
Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa keutamaan dari menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah 2023. Wallahualam.






























