Ajaran Menyimpang Ponpes Al Zaytun – Kontroversi Pondok pesantren Al Zaytun seolah-olah tidak ada hentinya di kalangan masyarakat. Hal ini tak lepas dari ajaran menyimpang Ponpes Al Zaytun yang menjadi sorotan.
Bahkan beberapa waktu lalu, banyak masa yang mendemo Ponpes Al Zaytun. Sayangnya belum ada tindakan lebih lanjut terhadap pondok pesantren tersebut.
Kontroversi Ajaran Menyimpang Ponpes Al Zaytun
Banyak sekali ajaran menyimpang Ponpes Al Zaytun yang menjadi sorotan sekaligus kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Ajaran tersebut di antaranya memperbolehkan zina sampai menyanyikan lagu yang mirip salam khas kaum Yahudi.
Bukan hanya itu, banyak sekali ajaran tidak biasa di dalam Ponpes Al Zaytun. Berikut ini ada beberapa ajaran menyimpang di pondok pesantren tersebut:
1. Wanita Menjalankan Salat Jumat
Seorang alumni yakni Mukhlis, menyayangkan jika pondok pesantren tempatnya menimba ilmu dicap menyimpang. Sebab ia mengaku tidak mendapat ajaran sesat selama mengenyam pendidikan di sana.
Kendati demikian, ia teringat pelaksanaan salat Jumat selama di Ponpes Al Zaytun. Menurutnya, ia teringat ibadah tersebut juga wajib diikuti santri wanita.
2. Adanya Shaf untuk Wanita
Mukhlis juga menuturkan bahwa tata cara salat di Al Zaytun sama seperti pada umumnya. Menurutnya wanita hanya berada di shaf belakang Jemaah pria.
Adanya Ajaran Menyimpang
Sobat Cahaya Islam, sejatinya ajaran menyimpang tak hanya terjadi di masa sekarang seperti dalam ajaran menyimpang Ponpes Al Zaytun. Pasalnya di zaman nabi Muhammad SAW, juga sudah ada ajaran yang menyimpang.
Setidaknya terdapat dua kasus relevan yang termasuk dalam ajaran menyimpang di masa nabi Muhammad SAW. Pertama ada penyimpangan yang dilakukan oleh Musailamah Al Kadzdzab.
Kemudian ada juga sikap nyeleneh Dzul Khuwaishirah setelah Perang Hunain. Hal itu kemudian menjadi cikal bakal gerakan menyimpang bernama Khawarij.
Kedua aliran tersebut awalnya sama-sama mengaku sebagai islam. Namun pada gilirannya cenderung menyimpang dari ajaran islam.
Cara Nabi Muhammad SAW Mengatasi Ajaran Menyimpang
Sobat Cahaya Islam, saat ada ajaran menyimpang, nabi Muhammad SAW memiliki cara sendiri untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa cara Rasulullah SAW saat mengatasi adanya ajaran yang menyimpang dari islam:
1. Melakukan Tabayyun
Ketika nabi Muhammad SAW mendengar kemunculan ajaran menyimpang berupa nabi palsu, ia memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Nabi tidak mudah termakan isu terlebih kasus penyimpangan agama yang hukumannya tergolong berat.


Hal ini sejalan dengan:
٦ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Q.S Al Hujurat ayat 6).
2. Melakukan Pendekatan Secara Persuasif
Ketika bertemu dengan orang yang menyebarkan aliran menyimpang, nabi Muhammad kemudian melakukan pendekatan secara persuasif. Nabi melakukan cara tersebut dengan harapan agar orang yang menyimpang bisa kembali ke kebenaran sejati.


Sebagai contoh:
“Tsumāmah bin Utsāl selaku utusan Musailamah al-Kadzzāb, walau nabi mengerti pemikirannya sesat, namun beliau tak langsung mencaci-maki” (Yusuf al-Shōlihi, Subulu al-Huda wa al-Rasyad, 6/72).
3. Melakukan Argumentasi dan Diskusi
Sesudah melakukan mediasi dan tabayyun, nabi juga mengusahakan argumentasi dan diskusi. Hal ini juga Rasulullah lakukan ketika bertemu Musailamah.
Bahkan lewat surat, nabi Muhammad SAW menunjukkan kesalahannya dengan mengeluarkan argumentasi telak. Adapun argumentasi tersebut berbunyi:
“Keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk. Adapun sesudahnya; sesungguhnya bumi milik Allah, akan diwariskan pada siapa saja hamba yang dikehendaki-Nya. Akhir yang baik hanya diraih oleh orang-orang yang bertakwa.”(Sīrah Ibnu Hisyam, 2/601).
Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa hal yang pernah nabi Muhammad SAW lakukan ketika ada ajaran menyimpang di masanya. Semoga saja ajaran menyimpang Ponpes Al Zaytun dan segera kembali ke jalan yang lurus.
































