Puan Maharani Dukung Omnibus Law, Ini Ancaman untuk Pejabat yang Tidak Mengayomi Masyarakat Dalam Islam

0
28

Puan Maharani – Omnibus law adalah sebuah undang-undang yang sangat merugikan rakyat terutama dari kalangan menengah ke bawah. Ketika omnibus law sedang dirapatkan, ada beberapa anggota DPR yang tidak menyetujui hal tersebut, salah satunya seperti Benny Harman.

Ketika Benny Harman berbicara, microfon yang digunakan oleh Benny Harman tiba-tiba dimatikan oleh Puan Maharani. Puan Maharani merupakan salah satu anggota DPR dari fraksi PDIP. Puan Maharani juga merupakan putri dari Megawati Soekarnoputri. Lalu, apakah yang dilakukan oleh Puan Maharani itu sudah dapat dikatakan untuk mengayomi masyarakat?

Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab yang berat. Salah satu amanah dan tanggung jawabnya adalah mengayomi masyarakatnya agar mempunyai hidup yang berkualitas sama seperti masyarakat di negara mendapatkan azablainnya. Lalu, bagaimana apabila kewenangan yang dimiliki oleh seorang pemimpin digunakan untuk menyengsarakan masyarakatnya?

Ancaman Bagi Pejabat yang Tidak Mengayomi Masyarakatnya Seperti Puan Maharani

Pemimpin dalam sebuah negara merupakan seseorang yang dipercaya oleh masyarakatnya untuk mengatur negara dan memimpin mereka agar mempunyai kehidupan yang berkualitas layaknya masyarakat di luar negeri. Di Indonesia, pemimpin dipilih melalui suara terbanyak atau secara demokrasi.

Di bawah pemimpin atau yang bernama presiden, terdapat bawahannya seperti menteri, dewan perwakilan rakyat, atau dewan perwakilan daerah. Bawahan presiden ini biasanya dipanggil dengan sebutan pejabat negara. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan tugas pejabat adalah untuk membantu presiden dalam mengatur negara dan menyampaikan aspirasi masyarakat.

Akan tetapi, tidak semua pejabat melakukan suatu program untuk kepentingan masyarakat. Ada juga pejabat yang melakukan suatu program atau menetapkan undang-undang seperti omnibus law untuk kepentingan dirinya sendiri. Mereka tidak mempedulikan suara cara dari masyarakat yang tidak menyetujui adanya undang-undang tersebut.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pejabat tersebut tidak dapat mengayomi masyarakatnya. Lalu, bagaimanakah ancaman dari Allah untuk pejabat yang tidak mengayomi masyarakatnya?

Adapun ancaman dari Allah untuk pejabat yang tidak mengayomi masyarakatnya diantaranya adalah:

1. Mendapatkan Azab

Azab yang dimaksud disini adalah pejabat yang menggunakan kewenangannya secara zalim, maka dia akan merasakan azab di dalam neraka. Di Hari pembalasan nantinya, tidak akan ada manusia  yang bisa membelanya maupun menolongnya.

Hal tersebut sebagaimana ayat yang berbunyi:

يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

“(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.” (QS Ghafir:33)

2. Dibenci Allah

manusia yang dibenci oleh Allah adalah pejabat yang mempunyai kewenangan, tetapi bertindak sewenang-wenang dengan kewenangan yang dimiliki. Lalu, dia menindas masyarakatnya dengan kewenangannya.

3. Allah Tidak Mengampuni Dosanya

Salah satu dari tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah dikarenakan dosanya adalah pejabat yang zalim kepada masyarakatnya.dia diberi amanah untuk mengayomi masyarakat, tetapi dia tidak melaksanakan amanah tersebut dan malah berbuat aniaya kepada masyarakatnya.

4. Tidak Termasuk Umat Nabi Muhammad

Pejabat yang zalim dan para pendukungnya tidak akan diakui oleh Nabi Muhammad sebagai umatnya. Hal tersebut disebabkan Rasulullah tidak menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan kezaliman.

Itulah ancaman bagi pejabat yang tidak mengayomi masyarakatnya seperti Puan Maharani. Kita sebagai masyarakat harus berani untuk menasehati para pejabat yang zalim. Agar mereka tersadar dari kedzalimannya dan tidak mengulanginya lagi.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!