PSBB Jawa Bali Ajarkan Masyarakat Indonesia untuk Memupuk Sikap Sabar

0
124

PSBB Jawa Bali – Media sosial tidak pernah absen dari berita PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang akan diberlakukan lagi di Indonesia. Dulunya PSBB hanya diberlakukan bagi kota besar di Jawa Barat. Kini juga akan diberlakukan PSBB Jawa Bali. Dengan adanya PSBB lagi diharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya mnenjaga kesehatan, dan juga agar kurva angka persebaran Covid-19 di Indonesia mulai menurun.

Pemberlakuan PSBB Jawa Bali rencananya akan dimulai dari tanggal 11 hingga 25 Januari bulan ini. Terdapat juga istilah baru terkait PSBB yaitu PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Beberapa daerah telah menetapkan jam malam seperti kegiatan masyarakat hanya boleh berjalan di bawah jam 19.00. Jika ada kegiatan yang masih beroperasi di atas jam tersebut maka aparat kepolisian akan turun tangan.

Terdapat 7 poin yang diatur untuk PSBB Jawa Bali, di antaranya: 1) Bagi pekerja menerapkan aturan Work From Home (WFH) 75%, 2) Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, 3) Kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat berjalan 100% dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, 4) Pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi sampai pukul 19.00.

Terdapat juga poin tentang peraturan dalam tempat ibadah pada nomor 5) Penggunaan tempat ibadah 50% dengan memerhatikan protokol kesehatan, 6) Kegiatan konstruksi boleh berjalan 100% dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, 7) Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya masyarakat sementara dihentikan.

PSBB ada nilai plus minusnya. Bagi rakyat kecil hal ini akan sangat mencekik nasib perekonomian mereka. Namun, penerapan PSBB Jawa Bali hanya akan diberlakukan di beberapa kota-kota besar di Jawa dan Bali yang memang angka kenaikan Covid-19 masih tinggi. Wilayah tersebut adalah DKI Jakarta, Bodetabek, Wilayah Bandung, Cimahi, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Badung.

Melatih Kesabaran melalui PSBB Jawa Bali

Meski pernah dilakukan PSBB di awal Corona masuk Indonesia dan kini akan berlangsung lagi, Masyarakat Indonesia diminta untuk lebih bersabar lagi terkait hal ini. Pasalnya jika masyarakat sendiri telah abai dengan aturan yang dijalankan pemerintah, bagaimana sinergi dan upaya kita selama ini untuk mengatasi penurunan penyebaran Covid di Indonesia?

Meski cukup memangkas pendapatan dan perekonomian negara dan rakyatnya, Sobat Cahaya Islam bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar untuk bersabar tidak keluar rumah jika bukan hal yang sangat penting. Untuk tetap mematuhi 3M meski pengap dan ribet. Meski dengan mengikuti instruksi pemerintah terkait kebijakan penanganan Covid-19 akan menjadi sangat tidak nyaman.

1.     Hikmah Bersabar

Sabar adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul. Rasulullah SAW telah mencontohkan sikap sabar dalam setiap tindak tanduk beliau semasa hidup. Rasulullah sering dicemooh hingga dilempari kotoran. Namun, beliau tidak pernah sedikitpun mengeluh dan malah mendoakan yang terbaik bagi kaum kafir Quraisy.

Tidak jarang pula terjadi perdebatan tentang “Edukasi 3M” di kalangan masyarakat Indonesia yang menganggap Corona sebuah konspirasi. Sebagian lainnya harus repot dan tidak jarang dibenci bahkan diumpat sedang menyebarkan berita hoax. Tidak henti-hentinya tenaga kesehatan mengedukasi masyarakat untuk selalu menerapkan 3M, tidak sedikit pula yang menganggapnya angin lalu.

2.     Keistimewaan Sikap Sabar

Meski sikap sabar memang sulit dilakukan. Namun, tidak ada salahnya untuk terus belajar bersabar. Sebagaimana peran pemerintah yang telah mengupayakan cara menangani ratusan ribu kasus Covid-19 di Indonesia. Padahal jika kita mau sedikit saja bersabar mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu menerapkan 3M dan sejenisnya, InsyaAllah akan berbuah manis. Sebagaimana penjelasan ayat Al-Quran di bawah ini:

“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 96)

Sobat Cahaya Islam dapat mengisi kegiatan positif selama PSBB Jawa Bali karena pembatasan aktivitas di luar dan cenderung membuat kita semua bosan. Namun, kita dapat belajar sikap sabar dari peristiwa ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY