Penjelasan 6 Poin Mubes Alim Ulama Secara Lengkap

0
731
Poin Mubes Alim Ulama

Poin Mubes Alim Ulama turut disampaikan oleh Perwakilan para ulama yang berkumpul dalam Musyawarah Besar atau Mubes Alim Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (18/8). Para ulama tersebut membahas persoalan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga penyelamatan NU.

Ada sebanyak 200 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan 18 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di seluruh Indonesia yang menyampaikan kegelisahan dan keresahan tentang PBNU.

Beberapa Poin Mubes Alim Ulama

Gus Salam sendiri mengungkapkan keresahan yang diadukan oleh PCNU dan PWNU tersebut. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Kegaduhan dan Pernyataan PBNU

Poin Mubes Alim Ulama

Diantaranya seperti soal kegaduhan dan pernyataan PBNU yang dianggap sudah mengadu domba di antara warga NU. Di mana pengurus menyatakan keresahan dan kegelisahannya.

Kemudian, ada banyak sekali pertanyaan hal apa yang harus diambil dengan kegaduhan tersebut. Kegaduhan ini secara terus menerus dibuat oleh PBNU dan mengadu domba antar Sobat Cahaya Islami NU.

2. Protes Kader NU

Selain itu, ada pula kegelisahan lainnya, baik itu mulai dari protes tentang kader NU yang bertemu Presiden Israel. Lalu ada Pansus Haji yang dianggap permasalahan pribadi oleh PBNU.

Bahkan, ada pula politisasi PBNU saat Pilpres 2024, dan terakhir adalah intervensi PBNU terhadap Partai Kebangkitan Bangsa. Poin-poin yang menjadi kegelisahan yaitu pro zionis. Di mana kader NU akan bertemu dengan Presiden Israel di tengah genosida.

Selain itu, ada privasi Pansus Haji; politisasi PBNU sejak sebelum, menjelang dan setelah pilpres; intervensi kepada parpol [PKB] yang telah menyalahi konstitusi negara.

Terdapat juga aduan ratusan PCNU dan PWNU itu yang dibahas dalam Mubes Alim Ulama. Untuk meresponsnya, muncul pula keputusan yang dinamakan ‘Amanah Bangkalan’.

3. Pelanggaran Berat terhadap Qanun Asasi

Bunyi poin pertama Amanah Bangkalan yaitu hasil Muktamar Lampung telah menyatakan pelanggaran berat terhadap Qonun Asasi, AD-ART, Perkum, serta etika dan moral dalam berorganisasi.

4. Hasil Muktamar Lampung

Poin kedua, PBNU hasil Muktamar Lampung telah terbukti secara sah. Bahkan, selalu meyakinkan sudah melakukan praktik politisasi institusi NU dan menjadikan NU sebagai alat politik untuk merebut kekuasaan yang menabrak aturan organisasi serta Khittah 1926.

Menyikapi hal tersebut, pada poin ketiga dan keempat para alim ulama telah bersepakat akan membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU sekaligus persiapan Muktamar Luar Biasa NU. Adapun nama-nama tersebut yaitu KH Abdussalam Shohib, KH Imam Jazuli, KH Imam Baihaqi, KH Muhaimin, serta KH Rosikh Roghibi.

Selain itu, KH Sholahuddin Azmi, KH Fahmi, KH Wahono, KH Dimyati, KH Nasirul Mahasin, KH Haidar Muhaimin, dan KH Aguk Irawan.

5. Presidium Melakukan koordinasi

Bunyi poin kelima yaitu tugas utama Presidium melakukan koordinasi, konsolidasi dan mensosialisasikan Amanah Bangkalan kepada Alim Ulama Pengasuh Pesantren se-Indonesia, PWNU dan PCNU se-Indonesia, PCINU se-Dunia serta Banom dan Lembaga NU.

6. Forum Lanjutan

Berikutnya pada poin keenam, Mubes bersepakat diselenggarakannya forum lanjutan di antara seluruh elemen-elemen Nahdlatul Ulama (NU).

Tujuannya untuk bisa langsung mencari solusi cepat dan tepat berbagai permasalahan yang ada di tubuh NU.

Hal tersebut mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi di antara sesama saudara (ukhuwah nahdliyyah).

Presidium Nahdlatul Ulama ini nantinya diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.

7. Upaya Penyelamatan NU

Poin Mubes Alim Ulama

Pada poin ketujuh, presidium berhak melakukan langkah-langkah strategis untuk upaya Penyelamatan NU.

Sebagai Poin Mubes Alim Ulama, para alim ulama ini juga telah menyepakati Sekretariat Presidium ditetapkan di ndalem Kasepuhan PP Denanyar Jombang, Jawa Timur.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY