NU Care-LAZISNU bersama KPAI baru-baru ini telah menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada para siswa dari SDN Pejaten Barat 01. Bahkan, sejumlah anak dhuafa lainnya sekitar RPTRA Seruni, Jati Padang, Jakarta Selatan.
Penyaluran bantuan ini dilangsungkan Jumat(16/8/2024) bersamaan dengan adanya edukasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
NU Care LAZISNU Bersama KPAI
Qohari Cholil selaku direktur NU Care merasa bahagia dan senang diajak oleh KPAI untuk sama-sama membantu adik-adik yang kurang mampu dan yatim piatu. NU Care ini memberikan bantuan berupa peralatan sekolah.
Kata Qohari Penyaluran bantuan tersebut, sebagai dukungan di bidang pendidikan. Dirinya juga memotivasi para siswa penerima agar tetap bersemangat menempuh Pendidikan. Berikut ini penjelasan terkait fakta tentang NU Care-LAZISNU bersama KPAI, antara lain:
1. Pendidikan Tidak Boleh Diabaikan


Qohari mengungungkap pendidikan tidak boleh diabaikan. Apabila tidak memperhatikan pendidikan, nasib tidak akan berubah. Meskipun makan susah, namun harus berkomitmen untuk melanjutkan sekolah hingga S1, S2, S3.
Jadi meskipun kondisi sulit tetap harus lanjut sekolah. Apabila semua bersekolah, Indonesia akan cepat maju. Dirinya mengungkapkan bahwa Pemerintah dan Sobat Cahaya Islami sudah memberikan dukungan untuk pendidikan berupa KJP, Jaklingko untuk transportasi, sekolah gratis jalan ke sekolah menggunakan Jaklingko gratis.
2. Banyak Beasiswa
Anak-anak penerima yang saat ini hidup dalam kekurangan juga nantinya akan diberikan semangat. Hal ini agar tidak berpikir semakin miskin. Sebab, saat ini juga sudah banyak sekali beasiswa.
Pada kesempatan itu, ada sebanyak 100 anak yang menerima bantuan peralatan sekolah. Kepala Sekolah SDN Pejaten Barat 01, Kasiati juga mengatakan bahwa penyaluran bantuan menjadi awal yang baik.
Ini juga akan menjadi agenda rutin untuk terus memberikan bantuan kepada murid yang membutuhkan.
3. Mengisi Sesi Edukasi
Komisioner KPAI Klaster Pengasuhan Ai Rahmayanti dan Komisioner KPAI Klaster Pendidikan Aris Adi Laksono saat itu juga mengisi sesi edukasi terkait KPAI dan hak-hak anak.
Peralatan sekolah yang dibagikan dalam kegiatan ini meliputi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, seragam, dan berbagai perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar anak-anak di perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil yang seringkali kurang mendapatkan perhatian.
4. Respon Positif Orang Tua


Respon positif juga datang dari para orang tua dan anak-anak yang menerima bantuan ini. Para Orang tua mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh NU-Care LAZISNU dan KPAI.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti bahwa dengan bergandengan tangan, berbagai pihak bisa mewujudkan kepedulian terhadap pendidikan serta masa depan anak-anak Indonesia. Sinergi antara kedua lembaga ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain.
Tujuannya untuk turut serta dalam mendukung pendidikan anak-anak. Terutama, anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan.
Melalui kegiatan tersebut, NU Care-LAZISNU bersama KPAI juga telah menunjukkan bahwa dengan kepedulian dan aksi nyata, semua orang bisa berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.






























