Apa itu muttaki dalam Islam – Akhlak Rasulullah menjadi teladan bagi umat Islam, tak terkecuali dalam keseharian. Apa itu muttaki dalam Islam merupakan contoh bagaimana Rasulullah duduk saat makan juga menjadi salah satu adab yang penting. Sebab, menurut pandangan kesehatan, makan sembari bersandar akan menimbulkan bahaya kesehatan.
Apa Itu Muttaki dalam Islam
Berusaha makan makanan yang diperoleh secara hall merupakan salah satu cara memperoleh keberkahan. Cara duduk makan Rasulullah merupakan adab yang bisa Sobat Cahaya Islam terapkan pada kehidupan sehari-hari. Rasulullah tidak makan sambil tiduran dan tidak makan di tempat yang menyediakan makanan tidak halal.
Selain itu, Rasulullah tidak makan sambil bersandar karena kurang baik karena menampilkan duduk orang yang sedang lahap. Akibatnya, umat Islam tidak makan dengan posisi yang dilarang karena tidak bisa mengontrol daya tampung perut. Posisi duduk yang sangat dianjurkan yaitu dengan mengencangkan kedua lutut serta memegang telapak kaki.
Selain itu, Rasulullah menegakkan betis hingga paha kanan sembari memegang kaki sebelah kiri. Apa itu muttaki dalam Islam terdapat dalam penjelasan hadist berikut ini:
“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” 1
Larangan duduk mutakin merupakan posisi duduk dengan tubuh condong bersandar pada salah satu sisi. Makna duduk tersebut menjadi perdebatan di antara para ulama. Ada yang mengatakan bahwa duduk bersandar ketika makan merupakan larangan dalam Islam. Di satu sisi, para ulama melarang bersandar dengan posisi apapun.


Sedangkan ulama lainnya menyebut bahwa posisi bersandar dengan tangan kiri yang diletakkan di lantai juga merupakan larangan lainnya. Menurut Ibnu Qayyim, para ulama mengartikan bertelekan sebagai duduk bersila sesuai dengan yang Rasulullah contohkan.
Namun, ada juga yang menafsirkan bahwa duduk seperti itu sama halnya dengan bersandar pada badan. Cara duduk yang Rasulullah contohkan yaitu meletakkan telapak kaki kiri di atas telapak kaki kanan. Duduk seperti ini merupakan bentuk kerendahan diri terhadap Allah.
Cara duduk seperti yang Rasulullah contohkan membuatnya tidak betah, sehingga tidak akan banyak makan. Duduk dengan menegakkan telapak kaki menggambarkan gaya seorang yang giat dan tangkas.
Adab Saat Makan
Sobat Cahaya Islam sebaiknya memahami apa itu muttaki dalam Islam agar menghindarinya. Sebab duduk dengan gaya tersebut bukan gaya duduk Rasulullah SAW.
1. Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri
Rasulullah sering makan dan minum sambil duduk, kecuali dalam kondisi tertentu saat terpaksa minum dalam keadaan berdiri. Contoh keadaan memaksa tidak bisa duduk yaitu berada di tempat yang sempit atau karena posisinya tergantung. Adab makan dan minum ini harus umat Islam perhatikan karena berkaitan dengan kesehatan.
Apa itu muttaki dalam Islam juga termaktub dalam hadist berikut ini:
“Rasulullah pernah tampil di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda,
“Adakah kamu duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai? ” 2
2. Jangan Makan Terlalu Kenyang
Ketika sudah merasa kenyang, umat Islam jangan memaksa untuk makan. Sebab, ketika kekenyangan bisa berpotensi membuat perut sakit. Organ pencernaan belum tentu bisa mencerna makanan yang terlalu banyak. Hal ini juga merupakan salah satu Adab makan dan minum yang sesuai dengan ajaran Rasulullah.


Memahami apa itu muttaki dalam Islam merupakan kewajiban umat muslim. Sebab duduk dengan posisi tersebut merupakan larangan dalam agama Islam. Rasulullah mencontohkan cara duduk yang sesuai dengan syariat dan memperhatikan kesehatan.
































