Pevita Pearce Positif Covid-19, Tetap Utamakan Bertawakkal

0
89

Artis Pevita Pearce – Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa aktris kondang, Pevita Pearce terinfeksi Covid-19. Kabar ini berhasil dikonfirmasi setelah manajer Pevita, Bucie Lee membenarkan pernyataan ini, disusul dengan unggahan Pevita  terkait kondisinya di Instagram.

Banyak pihak, termasuk Pevita sendiri mengaku sangat terkejut mendengar dirinya positif Covid-19.  Pasalnya selama pandemi, ia selalu disiplin menjaga protokol kesehatan, menerapkan sosial distancing, hingga berolahraga setiap hari untuk menjaga imunitas tubuhnya. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada kabar yang memastikan dari mana ia terpapar.

Bucie Lee menyatakan, saat ini Pevita Pearce tengah menjalani proses pemulihan di rumah sakit. Projek filmnya yang berjudul ‘Sri Asih’ terpaksa dihentikan terlebih dahulu hingga kondisi Pevita (selaku pemeran utama) pulih kembali.

Belajar Tawakkal dari Pevita Pearce

Barangkali, Sobat Cahaya Islam semua pernah berada di posisi Pevita Pearce. Merasa diri sudah mengusahakan secara maksimal untuk menghindari atau mendapatkan sesuatu, akan tetapi justru hal yang tidak Kita inginkan itulah yang   Kita dapatkan. Apa yang harus dilakukan ketika merasa demikian?

Jawabannya ialah tawakkal.

Kata ‘tawakkal’ berasal dari bahasa Arab ‘tawakkala’ yang artinya mewakilkan atau menyerahkan. Secara istilah, tawakkal artinya mewakilkan segala sesuatu kepada Allah SWT. Artinya, Kita menerima segala sesuatu yang Allah berikan kepada manusia diluar kendali manusia itu seperti sakit, bencana alam, gagal ujian, bahkan juga kenikmatan yang diberikan secara tidak terduga.

Syarat tawakkal adalah ikhtiar atau berusaha. Manusia diwajibkan tawakkal setelah ia berusaha untuk meraih atau menghari sesuatu. Contohnya seperti musibah yang menimpa Pevita Pearce diatas. Setelah berupaya menjaga diri agar terhindar dari Covid-19, ternyata Allah berkehendak lain. Pada saat seperti inilah tawakkal wajib dilakukan.

  • Perintah Bertawakkal

Perintah Tawakkal disampaikan Allah SWT dalam Al-Qur’an dan hadist nabi. Berikut beberapa dalil yang berisi perintah untuk bertawakkal:

Q.S Yusuf (12):67

وَقَالَ يٰبَنِيَّ لَا تَدْخُلُوْا مِنْۢ بَابٍ وَّاحِدٍ وَّادْخُلُوْا مِنْ اَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍۗ وَمَآ اُغْنِيْ عَنْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

Terjemah :

Dan dia (Yakub) berkata, “Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal.”

Ayat diatas menyampaikan bahwa tidak ada satupun sesuatu di dunia ini yang terlepas dari kuasa Allah SWT. Kendati sekuat apapun manusia untuk mengusahakan sesuatu, ia tetap harus tunduk kepada ketentuan yang Allah SWT berikan dan bagaimanapun manusia tidak dapat menolakNya.

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُوا خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً

“Sungguh seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezekinya burung-burung. Mereka berangkat pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Al-Mubarak dari Umar bin Khathab)

Sabda Nabi diatas mengajarkan kepada Kita untuk meniru burung-burung di angkasa. Tidak pernah malas untuk terbang di pagi hari mencari makanan dan kembali petang hari. Dengan ikhtiar yang demikian, Allah SWT menjamin rezeki bagi burung tersebut dan menjamin mereka tidak akan kelaparan.

Selain kedua perintah diatas, masih ada banyak ayat dan hadist yang memerintahkan sikap tawakkal. Hal ini menunjukkan bahwa sikap tawakkal sangat ditekankan bagi umat Muslim untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Keutamaan Sikap Tawakkal

Agama Islam mengajarkan bahwa kehidupan adalah fana dan akhiratlah yang abadi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang Muslim memprioritaskan urusan-urusan akhirat Mereka dibandingkan urusan duniawi. Segala urusan duniawi harus diniati untuk mencari bekal untuk akhirat kelak.

Karena dunia adalah hal yang fana, jangan sampai Kita terlena dan ambisius. Usaha tidak dibarengi tawakkal yang menjadikannya marah, benci, dan dengki jika tujuan yang diinginkan tidak tercapai.

Belajar dari Pevita Pearce, sebagai seorang Muslim Kita harus senantiasa berdamai dengan kehendak Allah SWT. Jalani semua yang sudah digariskan kepada Kita dan selalu bersyukur atas takdir tersebut. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY