Menjaga Perasaan Orang Tua: Kunci Berkah Hidup

0
439
menjaga Perasaan orang tua berbakti

Menjaga Perasaan Orang Tua – Sobat Cahaya Islam, setiap langkah kita di dunia ini tak lepas dari jasa orang tua. Dari dalam rahim hingga kita tumbuh dewasa, kasih sayang mereka tak pernah berhenti mengalir. Dalam Islam, tidak cukup hanya berbuat baik kepada orang tua—kita juga diperintahkan untuk menjaga perasaan mereka. Karena bagi seorang anak yang beriman, menyakiti hati orang tua, walau dengan ucapan kecil, bisa menjadi dosa besar.

Perintah Utama Setelah Tauhid: Berbakti kepada Orang Tua

Islam menempatkan perintah berbakti kepada orang tua setingkat di bawah perintah beriman kepada Allah. Bahkan, Islam melarang perkataan sekecil apapun yang dapat melukai hati mereka. Perhatikan bagaimana Al-Qur’an memosisikan kewajiban berbakti kepada orang tua. Allah ﷻ berfirman:

فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًۭا كَرِيمًۭا

“Maka janganlah engkau mengatakan kepada mereka perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (1)

Sobat Cahaya Islam, perhatikan bagaimana Allah melarang ucapan sekecil “ah” kepada orang tua. Tentu saja, ini menunjukkan bahwa melukai perasaan orang tua dengan ucapan kasar, menyindir, atau mempermalukan mereka sangat Allah benci dalam Islam. Justru, Allah memerintahkan kita untuk berbicara dengan penuh hormat, sopan, dan lembut.

Menjaga Perasaan Orang Tua Termasuk Birrul Walidain

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa menyakiti hati orang tua termasuk dosa besar:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ…

“Maukah aku kabarkan kepadamu dosa besar yang paling besar? Kami menjawab: Mau, wahai Rasulullah. Beliau berkata: Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…” (2)

Betapa berat hukuman bagi yang menyakiti orang tua, apalagi sampai membuat mereka menangis, kecewa, atau merasa tidak dihargai.

Sobat Cahaya Islam, berbakti kepada orang tua (birrul wālidayn) bukan hanya memberi nafkah atau membantu secara fisik. Lebih dari itu, menjaga perasaan mereka adalah bentuk tertinggi dari bakti. Termasuk dalam menjaga perasaan adalah:

  • Tidak membantah meski berbeda pendapat
  • Tidak menyalahkan secara kasar
  • Tidak mengeluh atas permintaan mereka
  • Tidak mempermalukan mereka di depan orang lain
  • Tidak menganggap mereka remeh karena usia

Islam sangat menjunjung tinggi etika kepada orang tua. Dalam hadits lain disebutkan:

رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدِ، وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (3)

Artinya, menjaga hati orang tua adalah kunci untuk mendapatkan rida Allah.

Jangan Tunggu Mereka Tiada

Salah satu penyesalan terbesar banyak anak adalah menyadari pentingnya menjaga perasaan orang tua setelah mereka tiada. Saat itu, pelukan tak bisa lagi diberikan. Maaf pun tak lagi bisa didengar. Tinggallah air mata dan sesal.

Islam mengajarkan kita untuk menghormati dan berbuat baik kepada orang tua selagi mereka masih hidup, apalagi saat mereka sudah lemah, pikun, atau tergantung pada anak-anaknya.

Allah ﷻ berfirman:

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًۭا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.'” (4)

Sobat Cahaya Islam, menjaga perasaan orang tua adalah bentuk pengabdian tertinggi dalam Islam. Maka, jangan biarkan kata-kata kita yang kasar, wajah yang masam, atau sikap yang dingin menjadi sebab runtuhnya pahala kebaikan. Sebaliknya, jadikan mereka bahagia dengan senyum, hormat, dan tutur kata yang lembut. Karena sesungguhnya, senyum orang tua adalah sinyal rida Allah atas hidup kita.


Referensi:

(1) QS. Al-Isrā’: 23

(2) HR. Bukhari no. 5973

(3) HR. Tirmidzi no. 1899

(4) QS. Al-Isrā’: 24

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY