Perbedaan Masya Allah dan Subhanallah – Kita sebagai seorang muslim, disarankan untuk mengucapkan perkataan yang baik ketika melihat sesuatu atau mengalami sesuatu. Salah satu ucapan yang sering diucapkan oleh setiap muslim adalah Masya Allah dan Subhanallah. Namun dari dua jenis bacaan dzikir ini, seringkali orang-orang belum mengetahui perbedaannya.
Sobat Cahaya Islam perlu mengetahui bahwa kedua bacaan dzikir ini memiliki perbedaan yang sangat jelas. Dengan mengetahui perbedaannya, kita akan dapat menggunakan dzikir itu dengan tepat.
Allah SWT berfirman dalam Surat Thaha Ayat 8
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ
Artinya: Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),
Perbedaan Antara Masya Allah dan Subhanallah
Antara Masya Allah dan Subhanallah tentu saja memiliki arti yang berbeda. Berikut ini adalah Perbedaan Masya Allah dan Subhanallah.
Makna dan Penggunaan Masya Allah
Masya Allah sering kali kita dengar ketika seseorang melihat sesuatu yang indah atau merasa takjub dengan sesuatu. Makna dari bacaan Masya Allah adalah “apa yang Allah kehendaki”. Jadi dari bacaan tersebut, seseorang mengakui bahwa keindahan-keindahan atau hal luar biasa yang terlihat adalah atas kehendak Allah. Dengan sering membaca bacaan ini kita juga akan semakin menyadari bahwa kejadian yang baik merupakan hal luar biasa yang Allah kehendaki.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa membaca Masya Allah ketika melihat keindahan alam, melihat indahnya ciptaan Allah, menyaksikan anak-anak berprestasi, melihat anak-anak berbakat dan lain sebagainya.
Dengan membaca Masya Allah ketika melihat sesuatu yang kita kagumi, ini juga mengandung doa yang membawa pada keberkahan. Ucapan Masya Allah juga menghindarkan dari iri hati dan hasad sehingga tidak mudah terkena penyakit ain.
Makna dan Penggunaan Subhanallah


Bacaan Subhanallah memiliki arti “maha suci Allah”. Bacaan ini sangat bagus diucapkan ketika melihat sesuatu yang tidak baik. Jadi dengan membaca ini, kita mengingat bahwa Allah maha suci dari segala hal-hal atau sifat yang tidak layak.
Kita bisa baca Subhanallah dalam berbagai macam kondisi misalnya saja saat melihat matahari terbenam, melihat tanda kebesaran Allah, melihat bencana alam, melihat kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Bacaan Subhanallah juga menjadi salah satu bacaan untuk mengekspresikan rasa heran terhadap sesuatu.
Allah SWT juga berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 62:
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيل
Artinya: Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
Perbedaan Utama Masya Allah dan Subhanallah
Meskipun kedua bacaan tersebut memiliki tujuan untuk mengingat Allah, akan tetapi penggunaannya berbeda. Bacaan Masya Allah sering dipakai untuk mengungkapkan kekaguman dan untuk memuji kehendak Allah. Sedangkan bacaan Subhanallah, lebih untuk mengagungkan kebesaran Allah dan menegaskan kesuciannya dari hal-hal yang tidak baik.
Sobat Cahaya Islam sebaiknya jangan tertukar ketika membaca kedua bacaan dzikir tersebut. Meskipun sama-sama merupakan ucapan yang bernilai pahala, akan tetapi jika kita menggunakan pada kondisi yang tepat tentu manfaatnya akan lebih terasa.
Apabila lidah ini sering terbiasa menyebut nama Allah dalam berbagai kondisi, tentu Allah juga akan menurunkan rahmatNya kepada kita. Dengan selalu mengingat Allah, hati akan merasa tentram karena sesungguhnya hati hanya akan merasa tentram dengan mengingat Allah.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr Ayat 24:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sekarang Sobat Cahaya Islam sudah mengetahui perbedaan Masya Allah dan Subhanallah. Mulai sekarang, praktikan dan usahakan untuk sering-sering membaca kalimat ini ketika melihat sesuatu begitu hal yang baik maupun hal yang buruk.
































