Penangkapan Bambang Widjojanto, Lihat Berita Lengkapnya

0
1294
penangkapan Bambang Widjojanto

Penangkapan Bambang Widjojanto – Kabar penangkapan Bambang Widjojanto sebelumnya diberitakan oleh salah satu media online. Mantan Wakil Ketua KPK dikabarkan ditangkap polisi pada tanggal 10 Agustus 2022 malam hari.

Bambang Widjojanto dihubungi oleh media tersebut, untuk mengkonfirmasi berita tersebut. Tapi ia tidak menjawab pesan yang disampaikan melalui WA tersebut, karena dianggap berita ngawur dan tidak benar. Hal ini ia sampaikan ketika ditemui oleh tim kompas.

Kemudian Bambang Widjojanto pun baru menyadari, bahwa kabar itu sudah diberitakan media. Menurutnya berita ini sangat merugikan nama baiknya.

Mantan pimpinan KPK, menilai bahwa pemberitaan ini merupakan pelanggaran UU ITE. Ia sampai memaparkan UU yang mengatur peraturan tentang ITE. Orang yang menyebarkan berita bohong atau hoax bisa dipenjara paling lama 6 tahun penjara dan denda sebanyak 1 M.

Tidak hanya itu, Bambang Widjojanto menanggap media tersebut telah melanggar UU pasal 5 no.40 tahun 1999 tentang pers.

Pada ini berisi, bahwa media massa wajib menyebarkan informasi dan opini tetap menghormati rasa kesusilaan, asa praduga tak bersalah dan norma agama.

Penangkapan Bambang Widjojanto Hoax

Dapat disimpulkan berita mengenai penangkapan Bambang Widjojanto adalah berita hoax. Melaihat pemberitaan hoax marak terjadi, perlu Sobat Cahaya Islam ketahui Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berbohong. Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai berita hoax atau kebohongan?

1.       Bohong dalam islam

penangkapan Bambang Widjojanto

Bohong memiliki pengertian tidak mengungkapkan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan. Agama Islam adalah agama yang damai, dan selalu mengajarkan kejujuran pada umatnya. Sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah SWT.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).”(QS. At-Taubah: 119)

Dalam satu hadits, Rasulullah memerintahkan pada umatnya untuk berkata jujur. Karena akan menuntun kepada kebaikan dan kebaikan ini menuntun kepada Surga.

“Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada al-Birr dan al-Birr akan mengantarkan ke surga. Dan sesungguhya, seseorang benar-benar bersikap jujur hingga dia menjadi orang yang shiddiq.

Kebohongan akan mengantarkan kepada semua kefajiran (al-Fujur). Dan kefajiran akan mengantarkan ke neraka. Sungguh, seseorang benar-benar berbohong hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

[Hadits shahih riwayat Al-Bukhari di dalam Shahih Al-Bukhari no. 6094]

Rasulullah juga memerintahkan kita untuk menjauhi orang-orang yang sedang berdusta, karena akan menuntun pada pembuatan jahat.

Apalagi jika kebohongan tersebut membawa dampak buruk merugikan banyak orang. Contohnya saja, ada penjual yang berbohong mengenai barang yang dijualnya dan banyak yang membeli tentu akan merugikan banyak orang

Orang yang berbohong tidak hanya membawa kerugian bagi banyak orang, tapi juga termasuk kedalam golongan orang-orang yang munafik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah;

2.       Dampak Berbohong

Berbohong akan membawa dampak buruk, terutama bagi diri sendiri. Berikut ini dampak dari berbicara bohong.

  • Sulit dipercaya, orang yang sudah dikenal sebagai pembohong akan sulit dipercaya lagi oleh orang lain.
  • Tidak tenang, karena kebohongan yang terus dibuat dan menimbulkan banyak masalahan bisa membuat hidup tidak lagi tenang.
  • Kehilangan jati diri, Sobat Cahaya Islam perlu tahu berbicara tidak jujur bisa membuag kita kehilangan jati diri.

Sebenarnya, bukan hanya Islam, agama lain pun tidak menyukai penganutnya tidak berkata jujur. Akan merugikan banyak pihak, terutama diri sendiri. Rasulullah pun membenci perbuatan ini.

”Tidak ada akhlak yang lebih dibenci oleh Rasulullah ﷺ dari berbohong. Sungguh, pernah ada seorang lelaki yang berbicara di sisi Nabi ﷺ yang mengandung kebohongan, maka Rasulullah ﷺ terus menerus merasa ada sesuatu di hatinya terhadap pria tersebut, sampai Nabi ﷺ mengetahui bahwa orang tadi telah bertaubat darinya.”

[Hadits riwayat At-Tirmidzi (1973), dan Ahmad (25183)

Untuk itu Sobat Cahaya Islam perlu menghindari berkata bohong atau menyebarkan berita-berita bohong. Sebelum menyiarkan suatu kabar, pastikan kabar itu benar adanya atau tidak. Sekian artikel terkait berita penangkapan Bambang Widjojanto dibuat, semoga memberikan pelajaran bagi Sobat Cahaya Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY