Pemeran Kang Pipit Meninggal, Inilah Tata Cara Shalat Jenazah dalam Islam!

0
79

Kang Pipit – Dunia perfilman kini sedang berduka. Tepat pada tanggal 29 Januari 2021 pemeran Kang Pipit dalam Preman Pensiun dikabarkan meninggal. Hal ini tentunya menjadi duka baik bagi dunia perfilman maupun para pecinta kisah Preman Pensiun. Islam mengajarkan untuk menyegerakan dalam pengurusan jenazah.

Salah satu pengurusan jenazah yakni melaksanakan shalat jenazah. Untuk melakukannya tentu harus mengacu pada tata cara yang diajarkan dalam syariat Islam. Urutan shalat jenazah dilaksanakan setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafani. Selanjutnya, lakukan shalat jenazah sesuai yang diajarkan Islam.

Tata Cara Shalat Jenazah dalam Islam

Seperti yang telah disingung sebelumnya, Sobat Cahaya Islam sudah mafhum bahwa shalat jenazah dilaksanakan setelah proses mengkafani selesai. Hukum shalat jenazah adalah fardu kifayah yakni jika sudah dikerjakan oleh seseorang, maka hukumnya gugur bagi yang lainnya.  Tata cara shalat jenazah berbeda dengan shalat biasanya yang diawali dengan takbiratuliram kemudian diakhiri salam.

Melaksanakan shalat jenazah hendaknya diawali dengan niat. Dalam shalat jenazah terdapat empat takbir yang setiap takbirnya memiliki bacaan dan doa yang berbeda. Pelaksanaan shalat jenazah dianjurkan untuk dikerjakan dengan cara berdiri bagi yang mampu.  Empat takbir dalam shalat jenazah tidak disertai dengan ruku dan sujud. Adapun tata cara pelaksanaan

1.   Niat

Hal pertama yang harus dilaksanakan ketika shalat jenazah yakni niat di dalam hati. Segala sesuatu hendaknya disertai dengan niat. Hal ini sebagai salah satu awal yang tidak boleh ditinggalkan ketika melaksanakan shalat jenazah.

2.   Berdiri

Selanjutnya, shalat jenazah hendaknya dilaksanakan dengan berdiri. Anjuran berdiri ini tentunya ditujukan kepada mereka yang mampu untuk melakukannya. Jika memang tidak bisa dilakukan secara berdiri, maka lakukan semampunya saja.

3.   Lakukan Empat Kali Takbir

Langkah selanjutnya melakukan empat kali takbir. Inilah yang berbeda dari shalat jenazah dengan shalat lainnya yakni terdapat empat takbir yang mesti dilaksanakan. Pada takbir pertama diharuskan membaca surat al-Fatihah. Selanjutnya, selesai takbir kedua hendaknya membaca shalawat pada Nabi SAW. pada takbir ketiga diharuskan membaca doa untuk jenazah yakni:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (لَهَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (هَا)، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (هَا)، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ (هَا)، وَاغْسِلْهُ (هَا) بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ (هَا) مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ (هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (هَا)، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ (هَا)، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ (هَا)، وَقِهِ (هَا) فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّار

 “Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Dan peliharalah ia (lindungilah) dari azab kubur dan azab neraka.” (HR. Muslim no. 963)”

Selanjutnya, diteruskan pada takbir keempat yakni dengan membaca doa kembali yang berbunyi:

Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu wa laa taftinnaa ba’da-hu waghfir lanaa wa la-hu

Artinya:

“Ya Allah, jangan menghalangi kami untuk tidak memperoleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya, ampunilah kami dan ampunilah dia”.

Adapun untuk jenazah perempuan, dhamir “Hu” dianti dengan “Haa”, selanjutnya akhiri dengan salam.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah tata cara ketika melaksanakan shalat jenazah. Kepergian pemeran Kang Pipit sebagai pengingat bahwa yang hidup pada akhirnya akan melewati kematian. Mari sama-sama meningkatkan iman dan taqwa agar berakhir Husnul Khaatimah. Aamiin!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY