Pemecatan Cinta Mega DPRD DKI – Beberapa waktu lalu, santer terdengar seorang DPRD DKI yakni Cinta Mega yang bermain game saat rapat. Rupanya peristiwa tersebut berujung pada pemberian sanksi berupa pemecatan Cinta Mega DPRD DKI.
Sontak saja kabar itu langsung menuai sorotan dari warganet di seluruh Indonesia. Mengingat potret Cinta Mega ketika bermain game menjadi viral.
Sanksi Pemecatan Cinta Mega DPRD DKI
DPD PDIP DKI Jakarta secara resmi memberikan sanksi pemecatan Cinta Mega DPRD DKI sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Pemecatan itu terjadi karena dugaan Cinta Mega bermain slot saat Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Ady Wijaya selaku Ketua DPD PDIP DKI Jakarta menuturkan bahwa pemberhentian itu merupakan penggantian posisi Cinta Mega dengan kader lain. penggantian berlangsung dengan mekanisme PAW atau Pergantian Antar Waktu di DPRD DKI Jakarta.
Sebelumnya, pihak DPD PDIP DKI Jakarta menggelar rapat pleno karena semua keputusan melalui rapat tersebut. Selesai rapat, pihaknya memberikan sanksi untuk Cinta Mega berupa PAQ.
Lebih lanjut, Ady mengatakan sudah mengirimkan surat sanksi PAW itu kepada DPP PDIP. Kemudian DPD Partai yang mengirimkan surat ke KPUD.
Sanksi itu berkaitan juga dengan tidak mengusung Cinta Mega menjadi anggota dewan lagi.
Cibiran Warganet untuk Cinta Mega
Sobat Cahaya Islam, sebelum ada sanksi pemecatan Cinta Mega DPRD DKI, ramai cibiran warganet untuk sang anggota DPRD. Kebanyakan dari warganet memberikan cibiran tersebut melalui sosial medianya masing-masing.
Cibiran itu sejatinya merupakan bentuk kekecewaan warganet atau masyarakat Indonesia terhadap DPRD yang kedapatan bermain game ketika rapat. Mengingat anggota DPRD seharusnya menjadi wakil rakyat yang baik dan Amanah.
Kendati demikian, seharusnya sanksi pemecatan Cinta Mega sudah cukup sebagai hukuman atas kesalahannya. Jangan sampai ada cibiran lagi untuk Cinta Mega karena kesalahannya tersebut.
Sebab bisa saja sang anggota DPRD tengah menyesali dan merenungi kesalahannya itu.
Adab Menjaga Lisan dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, agama islam pun senantiasa mengajarkan umatnya untuk menjaga lisannya. Ini terdapat dalam beberapa adab menjaga lisan sebagai berikut:
1. Menjauhkan Diri dari Pergunjingan
Seorang muslim hendaknya selalu menjaga dirinya dari aksi menggunjing, fitnah, dan bercanda yang keterlaluan. Pasalnya ketiga hal itu berpotensi besar menimbulkan ketidaknyamanan sampai permusuhan.


Padahal islam mengibaratkan menggunjing sama seperti memakan bangkai saudara sendiri yang sudah mati. Selain itu, apa yang Sobat ucapkan akan dicatat oleh malaikat.
Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qāf : 18)
2. Menghindari Setiap Ucapan Keji
Berbicara dengan orang lain merupakan sebuah cara berkomunikasi dalam rangka silaturahmi. Namun alangkah baiknya jika pembicaraan tersebut tidak mengandung ucapan keji.
Pasalnya islam menganjurkan agar umatnya selalu berbicara yang baik. Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya” (HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain)
3. Menjaga Lisan dari Ucapan Tercela
Ucapan yang tidak baik apalagi tercela harus Sobat hindari sebanyak mungkin. Misalnya penggunaan kata-kata yang menghina ataupun merendahkan orang lain.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berkata baik atau diam. Ini sebagaimana yang tertuang dalam:
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim, no. 47]


Sobat Cahaya Islam, teruslah mencoba untuk menjaga lisan Sobat dari ucapan-ucapan yang tidak perlu. Semoga saja, sanksi pemecatan Cinta Mega DPRD DKI bisa menjadi peringatan bagi wakil rakyat lainnya.

































