Fenomena Bluemoon 2020, Bukti Kebesaran Allah

0
224

Fenomena Bluemoon – Peristiwa alam Bluemoon dapat terjadi pada beberapa tahun sekali. Hal ini bukan berarti bulan akan terlihat benar-benar berwarna biru. Warna bulan tetap putih atau kekuningan. Sebutan fenomena bluemoon sendiri digunakan sebagai keadaan bulan saat purnama dan lokasinya berada di dekat bumi. 

Puncak dari bluemoon pada Sabtu (31/10) kemarin terjadi pada pukul 21.49 WIB. Sedangkan apogee bulan dengan jarak geosentrik 406.398 km terjadi pada pukul 01.29 WIB. Peristiwa ini dapat dinamakan juga dengan bulan purnama biru mikro karena apogee bulan cukup dekat dengan titik apogee (titik terdekat bulan dengan bumi). Biasanya fenomena ini terjadi 2 tahun sekali.

Dalam 12 bulan selama satu tahun terdapat peristiwa alam yang mungkin jarang kita ketahui. Hampir setiap bulan akan terjadi bulan purnama. Namun, pada bulan Oktober tahun 2020 ini terjadi dua kali purnama. Yang pertama pada Jumat, 2 Oktober lalu, dan kedua pada Sabtu kemarin, sehingga bulan purnama kedua di bulan yang sama dapat terjadi fenomena bluemoon.

Allah SWT telah berfirman dalam Quran Surat Yunus ayat 5 sebagai berikut:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”.

Sudah jelas bukan bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala peristiwa dan fenomena alam yang ada di dunia ini bukti kebesaran Allah. 

Fenomena Bluemoon Bukti Nyata Kebesaran Allah

1. Bukti bahwa Allah Maha Besar

Surat Yunus ayat 5 sudah jelas menerangkan bahwa pencipta langit dan bumi dan segala bentuk peristiwa alam  seperti fenomena bluemoon adalah Allah SWT. Kita patut percaya bahwa Allah memiliki kuasa dan kebesaran yang tidak ada bandingannya. Dari fenomena tersebut manusia juga dapat menentukan perhitungan waktu.  

2. Memperbanyak Salawat

Jika saat gerhana bulan kita dianjurkan melaksanakan ibadah shalat sunnah, saat bulan purnama ada baiknya kita memperbanyak membaca bacaan salawat kepada Nabi Muhammad. Memperbanyak berdzikir untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Selain itu juga untuk tetapnya iman serta islam di hati kita.

3. Menambah Keimanan terhadap Qadha dan Qadar Allah

Salah satu rukun iman yang jumlahnya 6 yaitu iman kepada qadha dan qadar. Qadha secara istilah bahasa ada lah ketetapan dari Allah, contohnya Allah telah menetapkan matahari terbit di waktu pagi dan bulan muncul di malam hari. Contoh lain dari qadha yaitu bahwa semua manusia pasti akan mati.

Berbeda dengan qadha yang sudah ditetapkan oleh Allah. Qadar merupakan takdir dari Allah. Namun, perwujudan qadar bisa berubah sejauh mana manusia yang telah ditetapkan qadarnya berusaha mengubahnya. Contohnya sebelum lahir ke dunia ada seseorang yang ditetapkan qadhanya menjadi orang alim. Namun, proses pemenuhan kealiman seseorang tersebut tergantung sejauh mana ia berusaha.

Sobat Cahaya Islam, Sebagaimana fenomena bluemoon yang kita saksikan pada Sabtu malam kemarin. Hal tersebut sudah ditetapkan oleh Allah jauh sebelum dunia diciptakan (Lauhul Mahfudz). Kapan datangnya fenomena alam lainnya tidak ada yang tahu, prediksi pun bisa saja salah, karena semua yang berhubungan dengan alam dan seisinya sudah diatur dan ditetapkan oleh sang pencipta. Tugas kita sebagai manusia adalah percaya dengan keimanan yang ktia miliki.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY