PBNU menerima kunjungan resmi – KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU menerima kunjungan resmi dari utusan Universitas Internasional Hartford Amerika Serikat (AS) yaitu Profesor Joel N Lohr. Kunjungan tersebut terjadi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Kamis, (20/2/25).
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua PBNU Ahmad Suaedy. Suaedy menyampaikan akan ada tawaran untuk memperluas kerja sama.
PBNU Menerima Kunjungan Resmi
PBNU menerima kunjungan resmi ini berkaitan dengan program magang jangka pendek di kampus Universitas Hartford. Program ini menjadi peluang pendidikan lebih lanjut bagi mahasiswa Indonesia.
Hal tersebut termasuk beasiswa kompetitif yang Sobat Cahaya Islam bisa dapatkan. Berikut pokok bahasan dari pertemuan PBNU dan utusan Universitas Hartford Amerika, antara lain:
1. Hubungan yang Sudah Lama Terjalin dengan NU
Suaedy mengungkapkan bahwa Universitas Internasional Hartford mempunyai hubungan yang sudah lama terjalin dengan NU dan beberapa tokoh intelektual Islam Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Universitas Internasional Hartford memiliki fokus pada dialog antaragama. Bahkan, telah lama bekerja sama dengan PBNU.
Selain itu, menjadi salah satu universitas yang cukup tua dan sudah engage (terlibat kerja sama) dengan Gus Dur dan NU.
Hal ini karena mereka interreligius dialogue (dialog antaragama). Universitas itu fokus terhadap interreligius dialogue.
2. Mahasiswa di Indonesia yang Silih Berganti Masuk
Ia menjelaskan saat ini sudah ada beberapa mahasiswa di Indonesia yang silih berganti masuk dan belajar di Universitas Internasional Hartford.
Jika tidak salah ada 24 dari Indonesia, bukan hanya Muslim. Mereka juga kebetulan akan bekerja sama dengan universitas lain seperti Satya Wacana dengan UGM dan lain-lain.
3. Peran Penting dalam Kehidupan Sosial
Sementara itu, Profesor Lohr mengungkapkan ada ketertarikan untuk belajar lebih banyak tentang Nahdlatul Ulama.
NU merupakan sebuah organisasi besar yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia.
4. Pertemuan Memberikan Wawasan yang Baru
Menurut Lohr, meskipun pihaknya sudah familiar dengan NU namun pertemuan ini memberikan wawasan yang baru. Khususnya, mengenai tantangan yang sering pemimpin besar seperti Gus Yahya hadapi.
Hal ini terutama dalam mengelola banyaknya komunitas yang berbeda-beda. Bagi dirinya, sangat menarik untuk mengetahui lebih jauh tentang peran PBNU.
Tentu, hal tersebut dapat bekerja untuk menyebarkan pemahaman, perdamaian, serta pendidikan.
Bahkan, ingin terus membangun hubungan yang lebih erat, dan juga menawarkan diri sebagai sumber daya bagi organisasi tersebut.
5. Memiliki Banyak Mahasiswa Muslim Indonesia
Ia juga menjelaskan bahwa Universitas Internasional Hartford telah memiliki banyak mahasiswa Muslim Indonesia. Bahkan, mahasiswa tersebut terus bertambah setiap tahunnya.
Baginya, program-program yang bekerja sama dengan PBNU bertujuan untuk mempererat hubungan antarnegara. Selain itu, juga akan memperdalam dialog antarumat beragama.
Ia juga akan mengulurkan tangan kepada Gus Yahya dan mengatakan, ‘Silahkan biarkan kami menjadi sumber daya,’ dan sedikit berbicara tentang pendidikan.
Ia berasal dari Hartford International University, dan memiliki banyak mahasiswa Muslim. Melalui PBNU menerima kunjungan resmi, harapannya bisa terus bekerja sama dengan Amerika.































