PBNU Menerima Kunjungan Audiensi GAMKI, Bahas Isu Intoleransi hingga Konsensus Kebangsaan 

0
257
PBNU menerima kunjungan audiensi

PBNU menerima kunjungan audiensi – PBNU menerima kunjungan audiensi yang berasal dari jajaran DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dilakukan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (14/7/2025). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah mendiskusikan berbagai isu kebangsaan dan menegaskan komitmen kolaborasi lintas iman.

Hal ini untuk merawat persatuan Indonesia. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyambut rombongan DPP GAMKI yang dipimpin oleh Sahat Martin Philip Sinurat.

PBNU Menerima Audiensi GAMKI

Ketua Umum PBNU membahas beberapa isu aktual. Misalnya seperti intoleransi, perizinan rumah ibadah, keadilan lingkungan, serta pentingnya membangun norma bersama berbasis nilai-nilai Pancasila.

Gus Yahya, Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat menyampaikan secara langsung keprihatinan atas sejumlah kasus intoleransi yang baru-baru ini terjadi. Contohnya saja, pembubaran kegiatan retret pemuda Kristen di Sukabumi serta polemik IMB Gereja Katolik DBKP di Depok.

1. Komitmen terhadap Pancasila sebagai Konsensus Kebangsaan

Sahat menyampaikan PBNU menerima kunjungan audiensi ini menjadi alarm bagi semua pihak. Hal ini bukan hanya soal kebebasan beragama, namun juga soal komitmen terhadap Pancasila sebagai konsensus kebangsaan.

Selain itu, GAMKI juga menyampaikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam menyuarakan keadilan lingkungan hidup. Ia melihat ini sebagai isu bersama. NU dan HKBP memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan keadilan ekologis.  ​

2. Pentingnya Membangun Konsensus Nasional Lintas Iman

Dalam pertemuan tersebut, GAMKI mengusulkan betapa pentingnya membangun konsensus nasional lintas iman yang melibatkan PBNU, Muhammadiyah, PGI, KWI, dan tokoh-tokoh keagamaan lainnya. Hal ini untuk menyepakati norma-norma kebangsaan berdasarkan Pancasila.

Ia juga perlu satu titik temu agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi jargon. Apabila tidak disepakati bersama, maka setiap pergantian pemimpin bisa mengubah arah kebijakan sesuai kehendak politik.

Inilah yang memicu lahirnya intoleransi dan ketidakadilan lainnya. Ia juga telah menyampaikan bahwa Gus Yahya menyambut positif gagasan tersebut.

PBNU menerima kunjungan audiensi

Bahkan, telah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh lintas agama sebelumnya. Ia sangat responsif dan sudah menjalin dialog, termasuk dengan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jeki.

Artinya, benih konsensus ini juga sudah mulai tumbuh dan perlu kita dukung bersama.

3. Kolaborasi Pemuda Lintas Agama

GAMKI juga menyampaikan bahwa kolaborasi pemuda lintas agama sudah mulai dijalankan. Salah satunya pada saat mereka bersama GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, dan organisasi pemuda keagamaan lainnya bertemu Paus Fransiskus di Vatikan pada 2024.

Hal ini bertujuan untuk mendeklarasikan komitmen bersama atas nilai-nilai Pancasila.

Deklarasi Jakarta-Vatikan adalah bentuk sumbangan kecil dari pemuda lintas iman. Namun, hal besar harus datang dari para tokoh utama, seperti PBNU, Muhammadiyah, PGI, KWI, GAMKI.

Sahat juga telah menitipkan harapan agar PBNU terus menjadi tumpuan dalam mengayomi masyarakat lintas iman.

Meski kadang agak sulit bertemu Menteri Agama, namun bisa mengadu kepada Ketum PBNU. Ia percaya PBNU bisa menjadi penjaga kompas kebangsaan. Sahat juga menegaskan komitmen GAMKI terhadap empat pilar bangsa dalam singkatan PBNU.

PBNU merupakan simbol dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Nilai-nilai PBNU menerima kunjungan audiensi inilah yang akan terus digaungkan di daerah terpencil.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY