Fuji – Nama Fuji, adik dari mendiang Alm. Bibi semaking santer disebut oleh umat. Ada yang memuji ketegarannya selepas peninggalan sang kakak.
Namun, ada juga sebagian umat yang malah menfitnah dirinya dan keluarga telah mempergunakan uang warisan orang tua Galasky untuk keperluan pribadi.
Sontak saja, Ia dan keluarga langsung memberikan klarifikasi tegas di berbagai sosial media dan mewacanakan akan membawa urusan tersebut ke jalur hukum.
Sobat Cahaya Islam, kasus yang Fuji alami sering juga dialami oleh keluarga publik figur lainnya. Tentu saja hal ini sangat meresahkan sebab fitnah tak berdasar data tentu bukanlah budaya dalam Islam.
Siapa Fuji Sebenarnya?
Sobat Cahaya Islam, Fuji sendiri adalah adik kandung perempuan dari Alm. Febry Ardiansyah yang beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan tunggal dalam perjalanannya.
Saat kejadian tersebut, tentu Ia dan keluarga sangatlah syok dengan kepergian sang kakak kandung dan iparnya.
Namun, kesedihan tersebut harus Ia sembunyikan dari Gala agar sang bayi tak merasakan kedua orangtuanya telah tiada.


Di zaman serba kecanggihan teknologi seperti sekarang, tersebar berbagai berita dimana banyak teman Alm. Bibi yang ikut membantu finansial keluarga Gala.
Di saat inilah, ada oknum – oknum yang sengaja menyebarkan pemberitaan tak baik tentang keluarga kandung Almarhum termasuk penggunaan uang warisan Gala. Naudzubillah.
Bagaimana Islam Memandang Kabar Berita yang tak Valid?
Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim sudah seharusnya umat memahami bahwa memberitakan suatu kabar tanpa data termasuk aktivitas yang sangat Allah SWT larang sebab beresiko tinggi. Beberapa resiko di antaranya yakni :
1. Mendapat Dosa
Sobat Cahaya Islam, hal terbesar yang harus umat ingat manakala menyebarkan berita hoax yakni bertambahnya dosa.


Hidup di dunia yang hanya sekali saja, rasanya tak pantas bagi umat bila melakukan banyak penentangan dengan senantiasa menambah dosa secara sadar. Menyebarkan hoax termasuk salah satunya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yakni :
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Artinya : Cukuplah seseorang itu sebagai pendusta (pembohong), ketika dia menceritakan semua (berita) yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim no. 5, Abu Dawud no. 4992 dan An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra no. 11845)
2. Menyinggung Perasaan
Selain itu, menyebarkan hoax juga menyebabkan orang yang dijadikan bahan gosip tersakiti. Selain pelaku mendapat dosa berbohong, maka Ia juga mendapat dosa dzalim terhadap orang tersebut.
Sobat Cahaya Islam, ingatlah dalam hati bahwa kalkulasi pahala dan dosa tidaklah sesuai dengan keilmuan matematika yang umat pelajari sekarang. Lantas bagaimana bila timbangan umat lebih berat hanya gara – gara dosa menyebarkan hoax tersebut secara berulang – ulang?
3. Tidak Mendapat Keberkahan
Sobat Cahaya Islam, mendapat keberkahan adalah suatu hal yang sangat umat dambakan agar kehidupannya menjadi sempurna.
Namun, tampaknya hal tersebut tak banyak dikejar oleh umat sekarang. Buktinya, fakta penyebaran hoax di sosial media semakin bertambah hebat.
Belum lagi bila hoax tersebut memang sengaja menjadi sebuah karangan untuk meraup penghasilan yang super besar.
Umat harusnya bisa bayangkan, betapa tidak berharganya hidup berlimpah harta bila penghasilan tersebut ternyata dari uang haram. Naudzubillah.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus yang Fuji alami dan bagaimana seharusnya umat merespon berita hoax agar tidak semakin bertebaran di sosial media. Semoga ulasan artikel ini dapat menjadi rekomendasi bacaan bagi umat. Aamiin.
































