Moeldoko diduga akan Mengudeta Partai Demokrat, Bagaimana Pandangan Islam tentang Kudeta?

0
107

Moeldoko – Isu kudeta Partai Demokrat mulai memanas saat AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang menjabat sebagai ketua umum Partai Demokrat ini merasa posisinya terancam sebab anggota dan mantan anggota Partai Demokrat bertemu dengan Moeldoko. Isu ini dianggap lucu oleh Kepala Staf Kepresidenan Indonesia.

Moeldoko merupakan Panglima TNI pada masa kepresidenan (SBY) Susilo Bambang Yudhoyono dan kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia di bawah Kabinet Kerja Presiden Jokowi – Amin. Bagaimana namanya bisa diisukan akan mengudeta posisi AHY hingga senior Demokrat turut berkomentar?

Partai Demokrat lahir atas inisiatif presiden ke-6 Indonesia, yaitu SBY. Mulanya hal ini didasarkan karena kekalahan SBY dalam sidang MPR pada pencalonan wakil Presiden tahun 2001. Berangkat dari kekalahan inilah beberapa orang terpanggil untuk mengusung SBY menjadi Presiden dan bukan lagi sebagai wakil Presiden.

Lalu, mengapa Moeldoko yang pernah dekat dengan SBY diisukan sedang melakukan kudeta halus terhadap Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY? Isu ini bermula saat beberapa anggota dan mantan anggota Partai Demokrat diketahui sedang melakukan pertemuan dengan Moeldoko di hotel dan di rumahnya sendiri.

Hal ini lantas terdengar oleh AHY dan dirinya merasa terancam dengan posisi Moeldoko yang menurut penuturan dari senior Demokrat cukup baik dalam memimpin suatu hal. Moeldoko menanggapi reaksi AHY untuk tidak terbawa perasaan karena ia merasa bukan anggota Demokrat yang tidak memiliki kewenangan memimpin partai tersebut.

Namun, belum ada bukti kuat lainnya yang dapat dipercaya atas isu kudeta dari Moeldoko atas Partai Demoktat. Pun jika terbukti benar, kudeta juga tidak dibenarkan dalam Islam sebab hal tersebut sama artinya dengan perampasan hak dan pemaksaan kewajiban menaati pemimpin.

Moeldoko diisukan Kudeta Demokrat, Bagaimana Tanggapan Islam?

Kudeta merupakan suatu tindakan pemindahan atau pembalikan kekuasaan secara ilegal yang kadang dapat diwarnai dengan sikap anarkis dan brutal. Kudeta dalam Islam sudah kita ketahui sejak kepemimpinan sahabat Utsman bin Affan yang saat itu dibunuh oleh kaum Khawarij dengan alasan menyebarkan amar ma’ruf nahi munkar.

Tidak hanya itu, kita temui lagi kasus kudeta pada zaman kepresidenan Abdurrahman Wahid atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Gus Dur. Kepemimpinan Gus Dur dikudeta oleh pihak parlemen. Pada saat yang bersamaan, Gus Dur dan para pendukungnya menerapkan bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga persaudaraan di tanah air.

1.     Hukum Kudeta dalam Islam

Kudeta yang kita maknai sebagai pemindahan kekuasaan secara ilegal atau dapat juga kita pahami sebagai penggulingan seorang pemimpin tidak dibolehkan oleh agama Islam. Islam telah memerintahkan umatnya untuk menaati pemimpin kecuali dalam hal yang fasik. Saat terjadi kudeta tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah dan bentrok.

2.     Tentang Jabatan

Kudeta dimaksudkan untuk pemindahan kekuasaan secara ilegal untuk tujuan satu pemimpin memegang jabatan tertentu. Maka dari itu, kudeta tentang jabatan sering kita dengar khususnya pada bidang politik yang mengakibatkan keamanan rakyat menjadi terancam dan tidak stabil.

Dari ‘Auf bin Malik, Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian. Juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian”. (HR. Imam Muslim No 1855)

Sobat Cahaya Islam, kita dapat belajar dari kasus Moeldoko yang diisukan akan mengudeta Partai Demokrat bahwa perbuatan kudeta dilarang oleh Allah dan Rasulullah. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY