Menjaga Diri dari Bau Busuk Sebelum Pergi Shalat Berjamaah

0
241
Menjaga diri dari bau busuk

Menjaga diri dari bau busuk – Sangat penting memperhatikan aroma tubuh saat Sobat hendak mengerjakan shalat berjamaah. Menjaga diri dari bau busuk akan sangat membantu kelancaran ketika beribadah karena kebersihan badan tak hanya menyangkut urusan fisik. Dalam Islam, menjaga kebersihan diri juga erat kaitannya dengan nilai ibadah, akhlak dan konsekuensi di akhirat.

Shalat Berjamaah Merupakan Media Berkumpul

Pada dasarnya, Shalat berjamaah merupakan media berkumpulnya kaum muslimin. Mereka bersama-sama melaksanakan kewajiban untuk mengerjakan shalat. Selain itu, shalat berjamaah merupakan ajang menjalin silaturahmi dalam rangka membersihkan hati sekaligus menjadi dakwah ke jalan Allah.

Oleh karena itu, saat shalat berjamaah muslim wajib menjaga penampilan dan kebersihan. Tujuannya agar shalat bisa khusyuk dan nyaman sebagaimana perintah memperindah pakaian ketika Sobat datang ke masjid yang terdapat dalam ayat:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. . . 1

Saat hendak menunaikan shalat berjamaah, Sobat dianjurkan berhias diri, terlebih pada waktu shalat Jumat dan hari raya. Sunnah bagi kaum muslim untuk menggunakan wewangian karena termasuk dalam menjaga diri dari bau busuk.

Memaknai Lahir dan Batin Menjaga Diri dari Bau Busuk 

Penting bagi Sobat memaknai menjaga kebersihan tidak hanya dari tampilan fisik saja, melainkan juga kaitannya dengan iman. Berikut ini cara memaknai kebersihan secara mendalam menurut Islam:

1. Memaknai Kebersihan Secara Lahiriah

Kebersihan sebagian dari iman dapat Sobat tunjukkan dengan menjaga tubuh, pakaian, hingga lingkungan tetap bersih. Dalam hal ini, menghindari aroma yang tidak sedap merupakan manifestasi dari iman seorang muslim. Bisa jadi seseorang tidak sadar bahwa tubuhnya beraroma tidak sedap, akan tetapi orang lain akan mencium aroma tersebut.

Aroma tidak sedap bisa berasal dari bau keringat, berasal dari pakaian atau bau ketiak. Selain itu, bau bisa juga berasal dari mulut seorang perokok. Tentu saja hal ini sangat mengganggu jika shalat berjamaah. Padahal saat melaksanakan shalat, jamaah menginginkan bisa khusyuk dan tumakninah.

Tuma’ninah atau ketenangan dalam shalat merupakan rukun dan jika tidak terlaksana, maka shalat tidak sah. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim menjaga diri dari bau busuk.

2. Memahami Kebersihan Secara Batiniah

Memaknai menjaga kebersihan juga harus sejalan dengan hati. Sebab, orang-orang yang menjaga diri dari perbuatan dosa dan najis akan merasakan harum surga. Sedangkan orang yang sering berbuat maksiat dan zalim bisa terhalang mencium bau surga sebagaimana hadits:

“Kalau seandainya wanita penduduk surga melongokkan kepalanya ke dunia tentu cahayanya akan menerangi langit dan bumi, serta menyebarkan aroma wangi keseluruh sudutnya. Dan sungguh penutup kepala yang dipakai (bidadari) itu lebih baik dari dunia dan seisinya“. 2

Menjaga diri dari bau busuk

Menjaga diri dari bau busuk juga bermakna setiap muslim wajib menghindari amal buruk. Amal buruk juga akan menimbulkan bau tak sedap. Bau mulut orang berpuasa bahkan lebih harus daripada kasturi di sisi Allah. Sedangkan ketika berbuat maksiat kelak di akhirat digambarkan memiliki bau busuk.

Peminum khamar, pezina atau seorang pengkhianat memiliki aroma busuk, sehingga menjadi aib di hadapan makhluk lain di hari kiamat. Menjaga diri dari bau busuk dalam sudut pandang Islam tidak hanya sekedar urusan fisik, melainkan rohani.

Hadits yang menjelaskan tentang bau surga menjadi pengingat agar Sobat terus memperbanyak amal baik dan selalu menjaga kebersihan diri. Sebab, ancaman bau busuk di neraka menjadi pengingat untuk menjauhi perbuatan dosa.


  1. (QS. Al-A’raaf: 31) ↩︎
  2. (HR Bukhari no: 2796) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY