Mengembangkan Empati untuk Menjaga Perasaan dalam Ajaran Islam dan Manfaatnya

0
1152
Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan

Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan – Salah satu sikap terpuji yang perlu umat Islam tanamkan sejak dini yaitu empati. Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan dari segi emosional maupun intelektual wajib Sobat Cahaya Islam pahami. Manfaat lainnya yaitu mengembangkan empati yaitu seseorang akan menggunakan mata, hati, dan pikiran agar mendengar secara objektif.

Mengenal Apa Itu Empati Menurut Pandangan Islam

Empati adalah upaya mengerti seseorang secara mendalam dari segi emosional dan intelektual. Seseorang melibatkan hati, mata, dan pikiran agar bisa mendengar secara objektif. Sifat empati juga memiliki pengertian kemampuan seseorang dalam rangka menyadari perasaan, kepentingan, kehendak, atau kesusahan orang lain.

Dalam Islam, konsep empati berkaitan dengan toleransi, tenggang rasa, dan tasamuh. Sikap ini juga termasuk sikap terpuji yang harus ada pada setiap muslim. Sikap yang menumbuhkan empati yaitu tolong menolong atau bekerjasama dalam kebaikan. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam ayat berikut:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” 1

Sikap empati dan simpati ini juga menjadi salah satu ajaran Rasulullah. Hal tersebut terdapat dalam HR Bukhari nomor 224 yang berbunyi:

“Perumpamaan orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh tubuhnya juga akan merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.”2

Mengembangkan empati untuk menjaga hati terwakili dengan sikap umat islam yang saling melengkapi dalam tolong-menolong. Selain itu, dalam hadits ini juga memuat keharusan menjunjung tinggi hak-hak kaum muslim.

Manfaat Mengembangkan Empati untuk Menjaga Perasaan

Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan

Islam memerintahkan kita untuk saling membantu sesama yang sedang tertimpa masalah. Bantuan yang Sobat Cahaya Islam dengan empati akan meringankan beban orang yang kesulitan. Berikut ini manfaat mengembangkan empati untuk menjaga perasaan:

  • Memiliki kepekaan dan bisa dengan cepat menangkap perasaan orang lain.
  • Memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan orang lain.
  • Memberikan masukan yang sifatnya positif demi membangun semangat orang lain.
  • Manfaat mengembangkan empati untuk menjaga perasaan dan mampu mengambil manfaat dari perbedaan.
  • Menciptakan kehidupan bermasyarakat yang rukun.

Contoh Empati Umat Islam dan Cara Mengembangkannya

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu memiliki perasaan belas kasihan terhadap kesulitan. Rasulullah merupakan contoh utama sikap empati dalam tindakannya. Berikut ini contoh sikap empati umat Islam:

  • Memperlakukan orang secara adil tidak memandang ras, suku dan status sosial.
  • Islam juga mengajarkan umatnya agar selalu membantu dan menolong sesama baik dalam hal materi maupun spiritual.
  • Empati dalam agama Islam juga melibatkan kesabaran terhadap ketidaksempurnaan orang lain. Contoh mengembangkan empati untuk menjaga perasaan yaitu dengan tidak cepat menghakimi sesama muslim.

Membangun empati layaknya melatih otot pada tubuh. Semakin sering melatihnya, maka semakin kuat rasa tersebut tertanam dalam diri Sobat Cahaya Islam. Berikut ini cara menumbuhkan sikap empati yang bisa Anda pelajari:

1.     Melatih Kewaspadaan

Saat ingin menjadi orang yang bisa berempati, Sobat Cahaya Islam bisa membangn kesadaran.  Lakukan setiap hari agar kemampuan bersimpati hadir sepenuhnya yakni dengan waspada terhadap lingkungan sekitar.

2.     Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Sobat Cahaya Islam bisa mempelajari cara menumbuhkan empati melalui pengalaman hidup orang lain. Tempatkan Anda di posisi orang tersebut untuk memahami apa yang dirasakan orang lain.

Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan

3.     Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Saat seseorang sedang berbicara, Anda bisa fokus pada kata-kata dan perasaannya. Renungkan kembali untuk menunjukkan bahwa Sobat Cahaya Islam benar-benar mendengarkan dengan tulus.

Mengembangkan empati untuk menjaga perasaan hanya pada perbuatan baik. Islam memerintahkan seluruh umat bisa dapat saling membantu dan tidak mudah untuk menghakimi.


  1. (QS. Al Maidah: 2) ↩︎
  2. HR Bukhari nomor 224 ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY