Manfaat diciptakannya semut – Semut adalah makhluk yang kerap diremehkan karena ukuran badannya yang kecil, namun tahukah kamu manfaat diciptakannya semut ternyata disebutkan dalam Al Qur’an. Allah SWT tidak semata menciptakan makhluknya tanpa tujuan. Sekecil apapun ciptaanNya semua memiliki fungsi di dalam sendi kehidupan. Seperti tertuang dalam surah Ali Imran ayat 190-191,
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali Imran 190-191)
Semut yang dianggap tidak berarti ternyata memiliki banyak kegunaan dan Allah menciptakannya dengan membawa beragam manfaat. Hal ini sudah jelas tertulis dalam Al Qur’an, bahkan Namanya diabadikan menjadi salah satu nama surah dalam Al Qur’an yaitu An Naml yang terdiri dari 93 ayat. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan sesuatu yang kita anggap kecil.
Apa Saja Manfaat Diciptakannya Semut yang Tertulis Dalam Al-Qur’an?
Peran semut dalam kehidupan tidak terbantahkan baik secara religi maupun keilmuan. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa kehadiran semut sangat berguna bagi keseimbangan ekosistem. Semut merupakan hewan pembersih terbaik karena ia dapat membersihkan sisa remah makanan dan sisa bangkai yang tidak habis dimakan oleh hewan pemangsa.
Semut juga sangat berjasa dalam pertumbuhan tanaman baru, dari biji-bijian yang mereka angkut. Selain memiliki peran dalam rantai makanan sebagai hewan pengendali hama, semut juga memiliki peran penting dalam proses penyerbukan bunga. Kesuburan tanaman juga sangat dipengaruhi oleh kehadiran semut yang membantu proses aerasi tanah dan memudahkan air dan oksigen menjangkau akar tanaman.
Pelajaran Hidup yang Dapat Dipetik Dari Seekor Semut
Selain berperan dalam keseimbangan ekosistem, semut juga digolongkan ke dalam hewan yang dimuliakan dalam agama Islam. Hal ini dikarenakan banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari perilaku semut dalam kehidupannya. Walaupun tidak dituliskan secara jelas dalam Al Qur’an namun perilaku semut secara nyata dapat kita lihat dan bisa kita teladani.
Simak apa saja manfaat diciptakannya semut yang perilakunya dapat dijadikan contoh manusia sebagai berikut:
1. Semut Adalah Makhluk Pekerja Keras
Sobat Cahaya Islam, tahukah kamu bahwa sarang bagi koloni semut semua dibangun oleh semut pekerja yang berjenis kelamin perempuan. Mereka juga mengumpulkan makanan agar koloninya tidak kelaparan saat musim dingin tiba.


Di sini nampak bahwa semangat bekerja keras di kalangan semut tidak mengenal jantan atau betina, semua bekerja sesuai tugas masing-masing dengan sungguh-sungguh.
2. Semut Adalah Makhluk yang Pantang Menyerah
Jika kita perhatikan, rombongan semut yang sedang berpindah atau mengumpulkan makanan tidak pernah terputus apapun yang terjadi. Ini menandakan semut selalu berusaha menyelesaikan tugasnya sampai selesai walau banyak rintangan yang dihadapi.


Mereka akan berusaha menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi dan tidak ada kata putus asa.
3. Semut Senantiasa Bertasbih Kepada Allah SWT
Bukan hanya semut, seluruh hewan yang diciptakan oleh Allah SWT senantiasa bertasbih memuji namaNya. Hal ini dijelaskan dalam surah Al Isra ayat 44,
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.” (Q.S Al Isra’ : 44)
Apabila serangga sekecil semut saja senantiasa bertasbih menyebut nama Allah SWT, maka manusia yang bertubuh lebih besar dan lebih berakal seharusnya malu dan meneladani sifat mulia ini.
Sobat Cahaya Islam, Allah tidak pernah menciptakan suatu makhluk tanpa hikmah. Sekecil apapun penciptaan Allah selalu ada tujuan dan manfaat di baliknya. Semoga keimanan kita semakin tebal setelah mengetahui apa saja manfaat diciptakannya semut dalam kehidupan.































