Lupa kepada Allah tapi Bisa Kaya, Apa Namanya?

0
641
lupa kepada Allah tapi bisa kaya

Lupa kepada Allah tapi bisa kaya – Tidak sedikit orang beribadah kepada Allah dengan tujuan agar mendapatkan harta berlimpah. Namun tak sedikit juga yang lupa kepada Allah tapi bisa kaya. Dalam Islam, hal yang berkaitan dengan nikmat dunia dikenal dengan istidraj. Dalam melimpahkan rezeki, kebahagiaan dan kenikmatan Allah melakukannya sesuai dengan yang dikehendaki.

Lupa Kepada Allah tapi Bisa Kaya, Ini Penjelasannya dalam Islam

Istidraj dalam Islam yaitu bentuk tipu daya yang memberikan kenikmatan berlimpah, padahal sering melakukan maksiat dan jarang beribadah. Kenikmatan dalam istidraj antara lain harta, kekuasaan, hingga kedudukan. Manusia sering terlena oleh kenikmatan tersebut dan tidak menyadari bahwa semua hal itu merupakan titipan Allah SWT.

Penjelasan mengenai istidraj terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh,rencana-Ku sangat teguh1

Banyak Sobat Cahaya Islam yang terjebak dalam Istidraj sebab mereka merasa bahwa kenikmatan tersebut merupakan anugerah yang mulia. Padahal sebenarnya, kenikmatan tersebut merupakan ujian. Istidraj menipu manusia dengan membutakan karena ada bahaya yang mengintai di balik kenikmatan tersebut.

Contoh istidraj dalam kehidupan yaitu ketika seseorang gemar bermaksiat, namun harta terus bertambah. Seseorang tidak pernah sholat, namun hidupnya baik-baik saja. Tanda-tanda itu merupakan jebakan bagi seseorang yang tidak menyadari bahwa kenikmatan tersebut merupakan ujian dari Allah SWT.

Jika seseorang lupa kepada Allah tapi bisa kaya, maka akan semakin jauh dari Allah SWT. Justru hal tersebut membuat Sobat Cahaya Islam semakin gemar melakukan maksiat.

Cara Menghindari Istidraj

Istidraj sering tidak disadari oleh Sobat Cahaya Islam, sebab menganggap bahwa kenikmatan merupakan hasil jerih payah dan rasa sayang Allah. Sebagaimana hadist yang menjelaskan tentang istidraj berikut ini:

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” 2

Agar tidak terlena dengan istidraj, Sobat Cahaya Islam bisa menghindarinya berikut ini:

1.     Selalu Bersyukur

Bersyukur menjadi salah satu sikap yang dapat menjauhkan diri dari lupa kepada Allah tapi bisa kaya. Syukur tidak hanya di lisan saja, melainkan tercermin dari setiap tindakan. Ketiak seseorang menyadari semua nikmat merupakan anugerah dari Allah, maka akan selalu lebih menghargainya.

lupa kepada Allah tapi bisa kaya

2.     Meningkatkan Kualitas Ibadah

Ibadah yang berkualitas salah satu cirinya yaitu dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan. Kualitas ibadah dapat Sobat Cahaya Islam tingkatkan yaitu dengan memahami makna dari setiap gerakan dan bacaan shalat. Selain itu, umat muslim bisa menambahkan Ibadah sunnah lainnya seperti tahajud, puasa sunnah, hingga membaca Alquran secara rutin.

3.     Bertaubat

Langkah selanjutnya agar terhindar dari lupa kepada Allah tapi bisa kaya yaitu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Taubat melibatkan penyesalan atas dosa dan bertekad tidak mengulanginya. Allah suka hambaNya yang bertaubat karena memiliki sifat Maha Pengampun.

4.     Jauhi Maksiat

Menjauhi maksiat merupakan langkah penting untuk menghindari perbuatan dosa kecil hingga besar. Tidak hanya melindungi diri dari istidraj, akan tetapi menjauhi maksiat juga menjaga kehormatan dan integritas seorang muslim.

5.     Memohon Perlindungan

Berdoa merupakan cara berkomunikasi dengan Allah. Muslim bisa memohon agar mendapatkan perlindungan dari segala bentuk keburukan.

Lupa kepada Allah tapi bisa kaya merupakan kenikmatan yang bisa membuat Sobat Cahaya Islam terlena. Istidraj sering membuat umat muslim terlena, sehingga semakin terjerumus ke perbuatan maksiat. Namun, Allah Maha Pengampun, sehingga bertaubat merupakan jalan terbaik.


  1. (QS. Al-‘Araf [7]: 182-183) ↩︎
  2. (HR. Ahmad, 4:145. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY