Lintang Kemukus Pertanda Buruk Menurut Masyarakat, Ini Hukumnya dalam Islam Mempercayai Mitos dan Takhayul

0
20

Lintang Kemukus – Dipercaya sebagai pembawa petaka seperti wabah penyakit dan pecahnya peperangan menurut mitologi Jawa. Lintang kemukus yang terjadi pada tanggal 11 Oktober 2020 kemarin dipercaya membawa kabar berita yang buruk.

Arti dari tanda lintang kemukus ini dapat dibaca berdasarkan dari arah dia bergerak. Contohnya, jika lintang kemukus bergerak dari arah barat maka akan membawakan kabar yang baik seperti menghilangnya wabah bencana.

Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak mempercayai mitos dan tahayul yang tidak ada bukti berdasarkan ilmu pengetahuan dan akal pikiran. Salah satu contohnya adalah mitos tentang lintang kemukus yang membawa pertanda buruk serta pertanda baik hanya dilihat dari arah bergeraknya saja.

Jika kita tetap mempercayainya maka itu berarti kita percaya pada ramalan. Sedangkan, kita dilarang untuk mempercayai ramalan dalam bentuk apapun walaupun itu benar. akan tetapi, masih saja ada orang yang mempercayainya karena merupakan kepercayaan secara turun-temurun. Lalu, bagaimana hukumnya mempercayai mitos dan tahayul dalam Islam?

Hukum Mempercayai Mitos dan Takhayul dalam Islam Seperti Lintang Kemukus

Munculnya lintang kemukus baru-baru ini sempat membuat geger di dunia maya. Pasalnya, lintang kemukus ini menurut dalam mitologi Jawa membawa pertanda yang buruk dan pertanda yang baik. Akan tetapi, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan bukti-bukti ilmiah dari ilmu pengetahuan serta tidak dapat diterima oleh akal sehat.

Mengapa? Hal tersebut dikarenakan menurut orang Jawa dalam menentukan datangnya pertanda yang yang baik atau buruk dapat dilihat dari arah bergeraknya lintang Kemukus. Padahal, terjadinya sesuatu hal di langit dan di bumi itu tidak lepas dari qada dan qadarnya Allah. Jadi, semua yang terjadi di pada semua makhluk itu sudah ditentukan oleh Allah berdasarkan kemampuannya masing-masing.

Sebagaimana ayat yang berbunyi:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ

Artinya: Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan (Q.S. An-Naml: 65).

Lalu, bagaimana hukumnya mempercayai mitos tentang lintang Kemukus? Bukankah sesuatu yang tidak ada buktinya itu bisa dikatakan mitos dan tahayul yang jika dipercayai berarti kita termasuk orang musyrik karena percaya pada ramalan?

Adapun hukumnya dalam Islam tentang mempercayai mitos bintang kemukus adalah haram. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan mempercayai bintang kemukus yang bersifat mitos dan tahayul itu sama dengan mempercayai ramalan yang sudah jelas haram hukumnya. orang yang tetap mempercayai lintang kemukus dapat dikatakan syirik.

Ada dua jenis syirik, diantaranya adalah:

1. Syirik Besar

Yaitu syirik yang dilakukan seseorang untuk menyekutukan Allah. Orang yang melakukan syirik jenis ini biasanya mereka beragama islam, tetapi mereka percaya pada sesuatu selain Allah. Contohnya, mereka pergi ke dukun untuk menanyakan jodoh.

2. Syirik Kecil

suatu syirik yang dilakukan dimana kita menyadarkan sesuatu kepada selain Allah.mereka tidak menyembah sesuatu tersebut sebagai Tuhan, tetapi mereka percaya bahwa hal tersebut benar-benar ada. Salah satu contohnya adalah mempercayai tentang mitos mengenai Bintang Kemukus.

Itulah hukum mempercayai mitos dan takhayul dalam Islam seperti lintang Kemukus. Semoga kita dijauhkan dari mempercayai segala hal yang berbau ramalan, mitos, dan takhayul yang sudah jelas diharamkan. Amiiinn…

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!