LDII DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah yang bertempat di Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Musyawarah Wilayah tersebut menjadi momentum penting demi memperkuat peran LDII yang berfungsi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini demi mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.
LDII DKI Jakarta Bersinergi dengan Stakeholder
Jakarta sebagai kota global berkaitan dengan visi dan program pemerintah yang menjadikan Jakarta sebagai pusat inovasi, ekonomi hingga daya saing internasional. Namun, Jakarta tetap melestarikan budaya lokal melalui berbagai inisiatif, seperti pengembangan potensi UMKM hingga revitalisasi kesenian daerah.
Demi mendukung hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan pentingnya pembangunan SDM sebagai wujud kontribusi LDII terhadap pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa organisasi perlu memanfaatkan momentum bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan SDM yang profesional.


Untuk mencapai tujuan tersebut, KH Chriswanto mengajak pengurus DPW LDII DKI Jakarta menyukseskan delapan program pengabdian LDII untuk bangsa. Program tersebut meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan, ekonomi syariah, lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.
Ia menekankan pentingnya sinergi dengan otoritas lokal agar pelaksanaan program lebih efektif.
Sinergi dengan Pemerintah dan Lembaga Nasional
Dalam bidang pendidikan, LDII telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencetak generasi berilmu dan berteknologi tinggi. Sementara di sektor kesehatan, LDII bekerja sama dengan BKKBN guna mencegah stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
KH Chriswanto juga mengapresiasi Ponpes Minhaajurrosyidin yang berhasil menerapkan konsep zero waste dan energi terbarukan sebagai contoh ketahanan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa masjid serta pondok di bawah LDII sudah mulai memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi bersih.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya literasi digital untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial. LDII DKI Jakarta berkomitmen bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta media massa guna membangun kesadaran digital yang sehat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, agar program LDII memberikan manfaat nyata bagi bangsa.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Askesra Setda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya atas program kerja LDII yang selaras dengan visi Pemprov DKI. Ia berharap LDII dan pemerintah dapat terus berkolaborasi menghadapi tantangan keberagaman dan dinamika kota.
Ali menilai acara Muswil LDII DKI Jakarta yang dihadiri 431 peserta itu menjadi sarana penting untuk merumuskan arah kebijakan LDII ke depan. Ia berharap kepemimpinan baru periode 2025 hingga 2030 mampu memperkuat sinergi antara LDII dan pemerintah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global, inklusif, dan berbudaya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga LDII Jakarta juga menerima penghargaan atas prestasi di bidang pendidikan, seni, olahraga, dan sosial budaya, termasuk atlet peraih medali SEA Games dan tokoh seni Betawi.
Untuk mendukung Jakarta sebagai kota global, maka Ketum LDII DKI Jakarta mengingatkan pentingnya kerjasama atau kolaborasi dengan stakeholder.































