Kader muda Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Pengajian Umum yang bertema Peran dan Tantangan Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Berkemajuan. Acara ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, secara garis besar meminta kader muda Muhammadiyah jadi motor perubahan bangsa yang diperlukan saat ini.
Pentingnya Kader Muda jadi Motor Perubahan Bangsa
Kegiatan pengajian umum tersebut dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto serta sejumlah pimpinan organisasi otonom kepemudaan Muhammadiyah. Ada lima hal penting yang patut kader muda pelajari, antara lain:
1.Pentingnya Ilmu dan Akhlak dalam Gerakan Pemuda
Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan pandangan bahwa ilmu merupakan dasar utama untuk membangun peradaban. Ia menilai bahwa kader Muhammadiyah harus meneguhkan peran keilmuannya sebagai bagian dari gerakan dakwah berkemajuan. Menurutnya, seseorang yang memiliki ilmu dan akhlak akan menjadi teladan dalam masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pengkaderan Muhammadiyah selalu menumbuhkan generasi dengan pemikiran kuat serta moral yang luhur. Pandangan tersebut mencerminkan nilai dasar Muhammadiyah yang menempatkan ilmu sebagai penjaga martabat manusia. Bagi Dzulfikar, keilmuan tanpa akhlak akan kehilangan arah, sedangkan akhlak tanpa ilmu akan mudah goyah.
2. Pemuda dan Cita-Cita Indonesia Emas 2045
Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Riandy Prawita, memberikan pandangan tentang arah generasi muda menuju Indonesia emas 2045. Ia menilai bahwa cita-cita besar bangsa bukan sekadar harapan, tetapi hasil dari kerja keras generasi saat ini.
Riandy menegaskan pentingnya peran intelektual muda Muhammadiyah dalam memimpin berbagai sektor kehidupan bangsa. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun Indonesia yang berkemajuan dan berkeadilan. Oleh karena itu, gerakan kader muda Muhammadiyah jadi motor perubahan bangsa.
3. Empat Pilar Generasi Emas
Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menguraikan empat langkah strategis bagi generasi muda. Konsep tersebut disebut sebagai 4P, yaitu memperkuat keimanan dan ketakwaan, memperdalam ideologi kemuhammadiyahan, menumbuhkan empati serta kreativitas, dan memperluas wawasan kritis.


Ia menekankan bahwa keseimbangan antara ilmu dan agama menjadi kunci utama peradaban maju. Generasi muda, menurutnya, perlu menjadi teladan bagi sesama dengan mengembangkan spiritualitas dan intelektualitas secara seimbang.
4. IMM Dorong Gerakan Dinamis dan Kontekstual
Dalam kesempatan yang sama, Ode Rizki Prabtama mewakili DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan pesan dari pimpinan IMM pusat. Ia menegaskan komitmen IMM untuk terus menjadi organisasi dinamis yang peka terhadap perubahan zaman, termasuk gerakan kader muda Muhammadiyah jadi motor perubahan bangsa.
Gerakan IMM, menurutnya, harus berpijak pada tiga nilai utama, yaitu keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. Nilai tersebut menjadi landasan dalam menghadapi tantangan era digital, disrupsi teknologi, serta krisis sosial-ekologi. Ode juga mengingatkan bahwa bonus demografi 2045 bukanlah waktu yang panjang.
Ia menilai bahwa sekitar dua dekade ke depan harus dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan pendidikan, ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
5. Konsolidasi Pemikiran dan Peran Pemuda
Melalui forum pengajian ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan pentingnya konsolidasi pemikiran di kalangan generasi muda. Muhammadiyah memandang bahwa pemuda bukan sekadar penerus organisasi, tetapi penggerak perubahan bangsa.
Kader muda Muhammadiyah jadi motor perubahan bangsa wajib menanamkan nilai-nilai Islam, menguasai ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi kemanusiaan universal. Semangat tersebut diharapkan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang berkeadilan, berkemajuan, dan berkepribadian kuat.
































