Klarifikasi Hana Hanifah Terbaru! Apakah Islam Membolehkannya?

0
76

Klarifikasi Hana Hanifah – Hana Hanifah, artis yang kerap membintangi film FTV serta berkecimpung sebagai selebgram, belum lama ini media menyeretnya dalam berita selebritis dengan tuduhan prostitusi online. Hal ini terlihat dengan bukti ia diundang ke ranah hukum tepatnya di Polrestabes Medan.

Terkait berita yang menimpa Hana Hanifah, ia meluruskan faktanya. Melalui channel YouTube pribadinya bahwa berita yang beredar tidaklah benar adanya. Ada lima poin yang ia klarifikasi pada waktu itu, salah satunya tentang prostitusi online.

Adapun isi dari klarifikasi Hana Hanifah yakni hubungan dengan J dan R adalah proyek pemotretan, ia tidak menerima transfer uang 20 juta. Kemudian pergi ke Medan tanpa sepengetahuan keluarga dan manajer karena buru-buru ke Polrestabes Medan, di Polrestabes ini ia dimintai keterangan selama 1×24 jam dengan status saksi, tidak memiliki hubungan khusus dengan Kriss Hatta.

Hana Hanifah, bisa dikatakan sebagai korban berita miring tentu punya hak untuk membela diri dengan mengklarifikasi. Klarifikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti penjernihan, penjelasan, dan pengembalian kepada apa yang sebenarnya.

Sobat Cahaya Islam, Islam tentu menyarankan umatnya agar berkata jujur, mengatakan berita yang sebenarnya agar tidak menimbulkan fitnah, jadi klarifikasi dibolehkan.

Klarifikasi Hana Hanifah Dipandang Menurut Islam

Klarifikasi adalah bentuk membela diri dari hal yang tidak diinginkan. Sedangkan membela diri termasuk dalam menjaga diri atau hifdzun nafs.yang masuk dalam kebutuhan penting yang harus dijaga.

Pentingnya Mengklarifikasi

Bila ada berita yang tidak sesuai, maka langkah terpenting yang mengklarifikasi. Berikut kita bahas pentingnya mengklarifikasi.

  1. Memutuskan Rantai Fitnah

Fitnah atau kabar bohong bisa menyebabkan malapetaka. Amat bahayanya fitnah yang beredar sampai Allah SWT abadikan  dalam Al-Qur’an dijelaskan bila fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Oleh karena itu, mengklarifikasi sangat dibutuhkan apalagi di zaman modern ini mengingat kabar bisa mudah tersebar hanya hitungan detik.

  1. Menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar

Kebenaran harus dibela, kemungkaran harus ditumpas. Mengklarifikasi merupakan salah satu cara menegakkan kebenaran dan mencegah kejahatan-kejahatan berdatangan beruntun.

Perintah menjalankan amar makruf nahi mungkar tertulis dalam Al-Qur’an Al-‘Imran ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-‘Imran: 104)

  1. Terbebaskan dari Gejolak Jiwa

Korban atas berita miring tentu mengalami gejolak batin yang menyiksa diri, gangguan psikologi serta fisik bisa terjangkit. Melalui klarifikasi setidaknya dapat membebaskan dari gejolak batin yang diderita.

Klarifikasi Hana Hanifah pasti dapat melegakan artis ini menjalani hidup, dan anggapan-anggapan netizen atas tuduhannya dapat raib hilang ditelan kebenaran.

  1. Menghambat berbuat dosa

Perkataan yang tidak benar, perlu segera diklarifikasi oleh pihak yang bersangkutan. Jangan biarkan menyebar, ditakutkan dapat membuat dosa orang yang mendengar lalu menyebarkannya lagi. Sayangkan kasihan, hidup sekali dengan banyak dosa.

  1. Kebenaran dapat terungkap

Terpenting adalah pada poin ini, kebenaran dapat terungkap. Sehingga hukum dapat dijalankan seadil-adilnya. Hal ini punya sangkut paut dengan prosesi pengadilan yang pasti membutuhkan klarifikasi dari berbagai pihak.

Itulah pentingnya mengklarifikasi kabar yang tidak benar alias hoax. Sobat Cahaya Islam bila kalian mendapati kabar yang salah terkait kalian segeralah mengklarifikasi. Jangan biarkan fitnah merajai menggoreskan dosa orang yang tidak tahu-menahu tentang sebenarnya.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY