Kezaliman dan Ghasab Menurut Islam, Dosa yang Menghapus Keberkahan

0
380
Kezaliman dan ghasab menurut Islam

Kezaliman dan ghasab menurut Islam – Sobat Cahaya Islam, pernahkah kita mendengar kisah seseorang yang mengambil barang atau tanah orang lain tanpa izin, lalu hidupnya terasa sempit dan tidak tenang?

Dalam pandangan Islam, perbuatan itu termasuk ghasab, dan sejajar dengan kezaliman, dua hal yang sangat dibenci oleh Allah ﷻ. Maka penting bagi kita untuk memahami apa itu kezaliman dan ghasab menurut Islam, agar terhindar dari perbuatan yang bisa menghapus keberkahan hidup.

Makna Kezaliman dan Ghasab dalam Pandangan Syariat

Sobat Cahaya Islam, sebelum membahas lebih dalam, mari kita pahami terlebih dahulu maknanya. Kezaliman secara bahasa berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Dalam Islam, kezaliman adalah mengambil hak orang lain, baik dengan kekuatan, tipu daya, maupun kebohongan. Sedangkan ghasab adalah mengambil harta, tanah, atau benda milik orang lain secara paksa tanpa izin, meskipun barang itu tidak dimaksudkan untuk dimiliki selamanya.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa urusan itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.” 1

Ayat ini menegaskan bahwa segala bentuk kezaliman dan pengambilan hak orang lain adalah dosa besar. Tidak peduli seberapa kecil nilai barang yang diambil, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Kezaliman dan Ghasab Menurut Islam, Dosa yang Tak Akan Dibiarkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat.” 2

Hadits ini menunjukkan bahwa pelaku kezaliman dan ghasab akan hidup dalam kegelapan kelak di akhirat. Mereka akan kehilangan cahaya amal saleh karena telah menindas orang lain. Sobat, bayangkan bila seseorang dengan sadar mengambil barang, tanah, atau hak orang lain, lalu merasa seolah itu urusan dunia biasa. Padahal, di sisi Allah, perbuatan itu termasuk bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan keadilan.

Kezaliman dan ghasab menurut Islam juga bisa menjadi penghalang rezeki. Sebab, bagaimana mungkin Allah memberi keberkahan pada harta yang diperoleh dengan menindas sesama? Harta hasil kezaliman tidak akan tenang, bahkan sering membawa masalah dan kesempitan batin bagi pelakunya.

Tiga Prinsip Penting Agar Terhindar dari Kezaliman dan Ghasab

Agar Sobat Cahaya Islam tidak terjerumus dalam dosa besar ini, mari kita pelajari tiga prinsip penting berikut.

1. Sadari Bahwa Semua Milik Allah

Sobat, apa pun yang kita miliki di dunia ini sejatinya hanyalah titipan. Ketika seseorang mengambil hak orang lain, sesungguhnya ia melawan kehendak Allah sebagai pemilik sejati segala sesuatu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mengambil sejengkal tanah orang lain secara zalim, maka akan dikalungkan kepadanya tanah itu dari tujuh lapis bumi pada hari kiamat.” 3

Hadits ini menegaskan bahwa ghasab, meski hanya sejengkal tanah, akan berbalas azab berat di akhirat. Maka, betapa bijaknya jika kita selalu berhati-hati menjaga hak orang lain.

2. Jangan Menghalangi Rezeki Orang Lain

Sobat Cahaya Islam, salah satu bentuk kezaliman halus yang sering tak disadari adalah menghalangi rezeki orang lain, baik dengan cara menipu, menunda pembayaran, atau memonopoli kesempatan. Dalam Islam, perbuatan ini termasuk bagian dari kezaliman karena merugikan orang lain secara tidak langsung.

Kezaliman dan ghasab menurut Islam

Jika kita membantu sesama mendapatkan haknya, Allah akan meluaskan rezeki kita. Namun jika sebaliknya, Allah bisa mencabut keberkahan dari harta dan waktu yang kita miliki. Maka, menjaga kejujuran dalam urusan harta adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat.

3. Tegakkan Keadilan sebagai Bentuk Takwa

Sobat, Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah tanda orang bertakwa. Kezaliman dan ghasab hanya muncul dari hati yang jauh dari takwa. Oleh karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk berlaku adil, bahkan kepada orang yang tidak disukai.

Allah ﷻ berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” 4

Ayat ini menegaskan bahwa adil adalah cermin ketakwaan. Jadi, siapa pun yang menegakkan keadilan, berarti ia menjaga dirinya dari kezaliman dan ghasab.

Sobat Cahaya Islam, dari semua penjelasan ini kita memahami bahwa kezaliman dan ghasab menurut Islam adalah perbuatan yang sangat tercela. Ia bukan hanya mencuri hak orang lain, tetapi juga menghancurkan kedamaian diri sendiri.

Mari kita jaga diri agar tidak menzalimi siapa pun, baik dalam bentuk perbuatan besar maupun kecil. Karena hidup yang penuh berkah hanya lahir dari hati yang bersih dan takut kepada Allah. Dan ingat, Sobat, sebaik-baik harta adalah yang halal dan diperoleh dengan cara yang adil.


  1. (QS. Al-Baqarah: 188) ↩︎
  2. (HR. Muslim No. 2579) ↩︎
  3. (HR. Bukhari No. 2452) ↩︎
  4. (QS. Al-Ma’idah: 8) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY