Kasus bocah autis – Beberapa waktu lalu kasus di Sumatera Selatan menjadi perbincangan hangat. Dimana pasangan suami istri tega menganiaya anak kandung sendiri yang menderita autisme hingga meninggal dunia. Anak yang masih berusia 11 tahun ini dianiaya karena sering buang air besar sembarangan. Dan kabarnya, hal ini membuat orangtua anak ini merasa kesal dan juga malu.


Anak yang memiliki gangguan perkembangan seperti autisme ini memang istimewa. Sehingga memperlakukan anak dengan perilaku seperti ini tentu saja berbeda dengan anak pada umumnya. Apalagi anak autis seringkali dianggap nakal dan susah diatur, mereka bisa menangis hingga marah tanpa alasan. Dalam islam, bagaimanapun anak yang dianugrahkan kepada sepasang suami istri tetaplah suatu amanah. Dan tidak seharusnya diperlakukan dengan tidak baik.
Kasus Bocah Autis Dianiaya Hingga Tewas, Ini Cara Memperlakukan Anak Autis Menurut Islam


Kasus bocah autis dianiaya hingga tewas oleh orang tuanya tentu saja adalah merupakan kasus yang menyedihkan. Apalagi yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang tua sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung bagi sang anak. Bagaimanapun keadaan seorang anak, ia adalah titipan serta amanah dari Allah SWT. Dan kelak ini akan menjadi pertanggung jawaban orang tuanya. Sehingga tidak ada alasan orang tua bisa memperlakukan anak dengan keji.
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ayat ini telah menegaskan dengan jelas bahwa golongan orang yang beriman seharusnya memelihara keluarganya dari api neraka. Itu artinya, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menjaga dengan baik keluarganya. Termasuk juga anak yang sudah Allah amanahkan. Namun sayangnya saat ini justru marak terjadi kejahatan pada anak yang dilakukan orang tua sendiri. Lalu bagaimana untuk memperlakukan anak autisme menurut islam?


Memberikan Kasih Sayang Yang Lebih
Anak autis sendiri tidak seperti anak-anak lain pada umumnya. Sehingga untuk memperlakukan anak yang istimewa ini tentu saja dengan memberikan kasih sayang yang lebih. Apalagi anak yang menderita autisme ini biasanya memiliki emosi yang tidak stabil. Sehingga orang tua harus memberikan perhatian yang lebih banyak untuk anak ini.
Miliki Kesabaran Yang Ekstra
Sebagai anak yang menderita gangguan perkembangan, sehingga perilakunya pun tidak seperti anak lainnya. Maka orang tua harus lebih bersabar dalam merawat anak autis ini. Jangan sampai karena kurangnya kesabaran justru menyebabkan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya diberikan kepada anak.
Lebih Mengerti Keadaan dan Perasaan Anak
Orang tua juga perlu menjadi sosok yang pengertian agar bisa menangani anak dengan kebutuhan khusus seperti autis ini dengan baik. Dengan banyaknya pengertian, maka orang tua juga akan lebih mudah untuk memahami perilaku anak tentu saja.
Kasus bocah autis – yang dianiaya hingga tewas oleh orang tuanya tentu saja kisah yang cukup menyedihkan. Apalagi anak yang merupakan amanah dari Allah SWT untuk dijaga justru diperlakukan dengan keji. Itulah kenapa sobat CahayaIslam, pentingnya mengetahui bagaimana cara menghadapi anak yang autis.
Catatan Kaki:
(1) – Surat At-Tahrim Ayat 6






























