Kapolsek Astana Anyar Konsumsi Narkoba, Bagaimana Hukum Narkotika dalam Islam?

0
47

Kapolsek Astana Anyar – Jabatan bukan menjadi satu-satunya cerminan kepribadian seseorang, seperti yang terjadi pada Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung. Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang pernah meringkus pengedar narkoba di beberapa daerah di Jabar terjerat kasus sebagai pengonsumsi barang haram tersebut dengan jenis sabu.

Padahal ada banyak deretan prestasi Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astana Anyar terkait pemberantasan bandar narkoba. Kompol Yuni juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor. Akibat perbuatannya tersebut Kompol Yuni dicopot dari jabatannya. Ia juga sempat bekerja di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar.

Saat penangkapan Kapolsek Astanya Anyar oleh Propam (Profesi dan Pengamanan) Polda Jabar dan mabes Polri pada Selasa (16/2), ia tengah berpesta narkotika jenis sabu bersama 11 anak buah lainnya. Kemudian mereka dites urin dan beberapa dari 12 orang tersebut termasuk Kompol Yuni positif mengonsumsi sabu.

Jabatan Kompol Yuni langsung dicopot karena perbuatannya termasuk melanggar hukum. Mengingat statusnya sebagai seorang penegak hukum, wajar jika hukumannya lebih berat. Padahal sebelum kasus ini terkuak, Kompol Yuni sering mencatat sejarah sebagai Polwan dengan banyak prestasi di bidang penangkapan, penggeledahan, juga pengedaran narkoba.

Sobat Cahaya Islam, meski tidak sekali dua kali kita jumpai kasus aparat hukum malah terjerat kasus narkoba. Namun, hal ini justru menjadi pelajaran dan pengingat bagi para penegak hukum lainnya agar tidak terjerat kasus serupa. Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang hukum narkoba dalam Islam.

Kapolsek Astana Anyar dan Kasus Narkoba, Bagaimana Hukumnya?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa segala yang memabukkan adalah haram hukumnya. Selain miras, NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif Lainnya) merupakan benda yang sifatnya dapat menghilangkan kesadaran, memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan gangguan fisik, psikis, dan fungsi sosial.

Sebagaimana alkohol, jenis narkotika seperti sabu, ganja, ekstasi, putaw, dan sejenisnya jika disalahgunakan dapat menyebabkan kecanduan bagi si pengguna. Narkoba sama jenisnya dengan khamr jika dilihat dari segi hukum mengonsumsinya. Meski, secara bentuk memang berbeda. Namun, keduanya sama-sama bersifat memabukkan sehingga haram hukumnya.

1.      Hukum Konsumsi Narkoba

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin di atas bahwa segala sesuatu meski tidak najis tetapi memabukkan adalah haram hukumnya. Dalam kriteria bahan pangan, yang disebut sebagai takaran halal suatu produk adalah tidak mengandung najis dan tidak memabukkan. Meski sabu tidak mengandung najis. Namun, sifatnya memabukkan. Jadi haram hukumnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang memabukkan adalah haram.” (HR. Bukhari Nomor 4343}

2.      Hukuman bagi Pemakai Narkoba

Menanggapi permasalahan hukum pemakai narkoba, bagi pecandu berat hukuman mati adalah yang pas. Namun, karena Indonesia adalah negara hukum yang telah memiliki aturan tersendiri pada kasus penyalahgunaan narkoba, maka hal tersebut perlu diproses hukum terlebih dahulu. Dulu Indonesia hanya sebagai jalur pengedaran narkoba. Kini bandar narkoba dapat ditemukan di Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, kasus Kapolsek Astana Anyar menjadi bukti bahwa sekelas aparat penegak hukum saja dapat terjerembab pada barang haram ini. Bagaimana dengan orang awan? Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY