Idul Adha 2023, Kenapa Berbeda?

0
1693

Idul Adha 2023 – Sebentar lagi, ummat Islam akan merayakan salah satu hari besarnya yaitu Idul Adha. Namun, Idul Adha 1444 H tahun ini tidak akan sama. Pasalnya, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 28 Juni 2023 sedangkan NU dan MUI tanggal 29 Juni 2023. Tentu saja, perbedaan ini mengundang tanda tanya banyak masyarakat. Bahkan, perbedaan juga terjadi antara Idul Adha di Indonesia dengan Arab Saudi. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Dan mana yang benar? Agar tidak saling menyalahkan, ada baiknya sobat Cahaya Islam baca penjelasan di bawah ini sampai selesai.

Idul Adha 2023 dengan Rukyatul Hilal

Perbedaan penetapan Idul Adha tidak lepas dari metode penetapan awal bulan. Sebagian ulama memilih menggunakan metode rukyatul hilal karena mengikuti perintah nabi dalam hadits Riwayat Bukhari-Muslim berikut ini:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ يَوْمًا

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Bila penglihatan kalian tertutup mendung maka sempurnakanlah bilangan (bulan Sya’ban) menjadi tiga puluh hari.” (1)

Idul Adha dengan Metode Penentuan Hisab

Namun, ada kelompok ulama yang lebih memilih menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan. Beberapa dalil yang menjadi pertimbangan antara lain Q.S. Ar-Rahman ayat 5 dan Q.S. Yunus ayat 5 yang keduanya menyimbolkan semangat untuk menggunakan hisab dalam penentuan awal bulan.

10 Dzulhijjah 1444 H di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda

Di Indonesia, tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) akan jatuh pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2023. Sementara itu, Arab Saudi akan merayakannya sehari lebih awal, yaitu pada hari Rabu tanggal 28 Juni 2023.

Perbedaan itu terjadi berkaitan dengan lokasi yang berdampak pada waktu ijtimak. Sebagai informasi, ijtimak akhir bulan Dzulqa’dah 1444 H adalah pada 18 Juni 2023 jam 11.30 WIB. Di Makkah, ijtimak terjadi pukul 07.30 waktu setempat. Jarak waktu ijtimak dan terbenamnya matahari akan berdampak pada ketinggian dan elongasi hilal.

Di Indonesia, tanggal 18 Juni 2023 ketika maghrib, posisi hilalnya sangat minim, kurang dari 2 derajat. Lain halnya di Makkah, ketinggian hilal saat itu telah mencapai 4 – 5 derajat. Jadi, wajar jika awal bulan Dzulhijjah di Makkah lebih dulu dari Indonesia, begitu juga Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Perbedaan Idul Adha di Zaman Sahabat

Ternyata, perbedaan penentuan awal bulan seperti Ramadhan, Syawal, dll. telah terjadi mada masa sahabat dan tabi’in. Jadi, jika saat ini terjadi perbedaan seperti itu, adalah hal yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Sobat Cahaya Islam harus bersikap dewasa serta berlapang dada dengan perbedaan ini. Meski MUI telah menetapkan Idul Adha jatu pada tanggal 29 Juni 2023, namun tidak melarang bagi siapapun yang ingin merayakannya pada tanggal 28 Juni 2023. Daripada berdebat masalah perbedaan Idul Adha, lebih baik sobat Cahaya Islam fokus pada ibadah-ibadah yang dapat meningkatkan ketaqwaan seperti puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, Puasa ‘Arofah, atau ikut berqurban.

Referensi:

  • Mishkat Al-Masabih 1970

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY