Kristen Gray Ajak WNA Tinggal di Bali, Pentingnya Muslim Berhati-hati dalam Mengajak Orang

0
201

Kristen Gray – Kristen Gray adalah warga negara Amerika Serikat (AS) yang membuat cuitan di Twitter tentang kehidupannya di Bali dan mengajak para WNA untuk beramai-ramai tinggal di Bali. Awalnya Kristen Gray tidak menyadari bahwa dari cuitannya tersebut menyulut serangan komentar masyarakat Indonesia.

Pemilik nama Kristen Antoinette Gray ini mengira bahwa serangan komentar dari netizen Indonesia adalah karena dirinya seorang LGBT. Kristen Gray diketahui tinggal di Bali bersama pasangan wanitanya, yaitu Saundra Michelle Alexander. Padahal, netizen geram dengan cuitan Kristen Gray yang mengajak WNA tinggal di Bali sementara situasi masih pandemi.

Tidak hanya itu, saat diperiksa oleh kantor imigrasi Denpasar, ternyata Kristen Gray menjual 50 e-book tentang pengalamannya tinggal di Bali selama kurang lebih 6 bulan dan diberi judul “Our Bali Life is Yours” dengan harga 30 dolar. Selain itu, dia juga menyediakan jasa konsultasi bagi WNA yang ingin tinggal di Bali dengan biaya 50 dolar per 45 menit.

Setelah kurang lebih 8 jam diperiksa di kantor imigrasi Denpasar. Kristen Gray dan pasangannya dijatuhi deportasi karena telah melanggar ketentuan administrasi imigran. Ia mengaku visa yang dimiliki tidak overstay. Selain itu ia juga mengaku tidak menghasilkan uang selama tinggal di Bali dan mengaku bekerja sebagai freelancer grapic design.

Sobat Cahaya Islam, di era yang hampir semua serba instan kita diminta untuk selalu berhati-hati saat bertemu dengan orang asing. Bukan berarti berprasangka buruk terhadap orang baru yang kita kenal dan kita temui. Namun, sebagai antisipasi terhadap tindak kriminal lain yang bisa saja menyeret kita.

Belajar Bersikap Hati-hati dari Kasus Kristen Gray

Beberapa hari lalu seorang Warga Negara Asing bernama Kristen Antoinette Gray dengan username @kristentottie membuat cuitan tentang kisahnya tinggal di Bali setelah dirinya pindah ke Bali sejak 2019. Alasan Kristen Gray pindah ke Bali adalah ia kehilangan pekerjaan dan belum bisa kembali ke AS lantaran pandemi Covid-19.

WNA ini tinggal bersama pasangan wanitanya dan mengaku bekerja sebagai desain grafis. Lantaran hidup di Bali lebih murah dibanding di Amerika Serikat. Ia pun mengajak WNA lain untuk beramai-ramai tinggal di Bali melalui cuitannya di Twitter. Melalui kasus ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting sebagai berikut:

1.     Pentingnya Berhati-hati dengan Orang Lain

Saat bertemu dengan orang baru sebaiknya kita tidak terlalu percaya begitu saja. Pun tidak boleh terlalu curiga. Dari sikap ini kita akan dapat menilai orang tersebut benar dapat dipercaya atau tidak hanya dari beberapa sikap dan gerak-gerik serta bagaimana ia berucap. Maka dari itu, kita sebaiknya berhati-hati saat diajak maupun mengajak orang lain.

2.     Cara Menilai Orang Lain

Saat menilai orang lain sebaiknya kita dahulukan prasangka baik. Jika ditemui sesuatu yang mencurigakan kita dapat melakukannya dengan ma’ruf. Jangan sampai dari prasangka kita malah menimbulkan penilaian diri yang merasa “sok suci” dari orang lain. Sebelum menilai orang lain alangkah baiknya menilai diri sendiri terlebih dahulu.

Dalam Al-Quran dijelaskan sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat ayat 12)

Sobat Cahaya Islam, dari kasus Kristen Gray kita dapat mengambil pelajaran bahwa berhati-hati saat mengajak ataupun diajak orang lain adalah penting untuk diri kita sendiri. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY