IBS Ditemani Polwan ketika Pemeriksaan, Bukti Islam Agama yang Menjaga kepada Orang yang Salah Langkah

0
230

IBS – Mantan penyanyi cilik dan juga pemain film ditangkap pihak kepolisian di kediamannya yang berada di kawasan Kramat Sentiong, Johar Baru Jakarta Pusat Kamis, 3 Desember 2020 malam. Dia ditangkap sebagai tersangka pengguna bahan terlarang sejenis sabu.

Penangkapan yang berlanjut ke pemeriksaan oleh pihak kepolisian, menetapkan bahwa IBS positif sebagai pengguna sabu. Dalam penangkapan itu, ia ditemani oleh polisi wanita karena syok. Atas perbuatannya, ia dihukum pidana selama empat tahun dalam penjara.

Syok atas keadaan yang menimpa tersangka, menjadi tugas kepolisian pula untuk mengawalnya. Bukan, justru ditekan kejiwaannya, sebab bagaimanapun salahnya tersangka patut dikasihani. Bukanlah begitu tuntunan agama pula?

Sobat Cahaya Islam, berada di titik bawah yang salah bukan lagi menjadi hal yang larut dihindari, dijauhi, atau dikucilkan. Tetapi, perlu diperhatikan diajak menuju kebaikan. Intinya, orang yang salah jangan dihukumi dengan keras tetapi dirangkul dengan kasih sayang.

Muslim patut tahu atas hal terkait menghadapi orang-orang yang salah secara benar menurut ajaran agama Islam. Berikut bukti Islam agama yang menjaga kepada orang salah langkah untuk dirangkul dengan kasih sayang.

IBS Ditemani Polwan, Bukti Islam Agama yang Peduli dengan Orang yang Salah

Islam agama rahmatan lil ‘alamiin yang menebarkan kasih sayang kepada semua makhluk. Berikut beberapa bukti Islam merangkul orang yang salah langkah.

  • Adanya Perintah untuk Berdakwah dengan Hikmah

Agama Islam datang dengan penuh kasih sayang tanpa paksaan. Perintah untuk berdakwah dengan hikmah sebagaimana dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 125.


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.( QS. An-Nahl: 125 )

Berdakwah dengan hikmah akan mudah diterima daripada dengan mendikte lewat kekerasan. Rasulullah SAW memberi teladan dalam menyiarkan agama Islam dengan petuah-petuah yang menyentuh hati.

Berdakwah dengan hikmah dan kasih sayang juga diterapkan oleh para pembawa ajaran agama Islam khususnya di tanah Jawa yakni Walisongo. Walisongo berdakwah melalui budaya yang diakulturasi sesuai dengan daerah, sehingga mudah diterima ajarannya.

  • Anjuran untuk Memohon Ampunan

Selain, adanya anjuran untuk berdakwah dengan kasih sayang, Islam menganjurkan orang yang salah untuk segera bertobat memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

Mengingat pula Allah SWT adalah Maha Pengampun, yang akan mengampuni segala dosa bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar ingin bertobat.

  • Tokoh Agama yang Merangkul Orang yang Salah

Apakah kalian tahu, Habib Munzir al-Musawa? Pemimpin Majelis Rasulullah , yang pernah mencium tangan seorang preman untuk meminta izin mengadakan semacam majelis di tempat dekat dekat rumahnya.

Preman yang dicium tangannya itu oleh Habib Munzir justru menangis karena selama hidupnya ia belum pernah dicium tangganya oleh orang semakin Habib Munzir. Anaknya sendiri, merasa jijik dengannya karena ulahnya yang keras, dan tidak punya hati mencelakai orang lain.

Akhirnya preman itu menangis, dan bertobat menjadi bagian dari Majelis Rasulullah yang merapalkan sholawatan sebagai pujian kepada Rasulullah SAW.

Tiga poin bukti Islam agama yang peduli dengan orang yang salah dengan dirangkul ke jalan yang benar. Semoga IBS segera tobat dan bisa mengakhiri pengundian barang-barang yang dilarang. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY