Telkomsel Rilis Game Baru, Muslim Perlu Hati-Hati sebelum Menjadi Candu

0
199

Telkomsel – Dikabarkan merilis game baru melalui Dunia Games. Game baru itu bernama Kolak Express 3. Permainan ini menantang pemain untuk menjadi penjual kolak yang melayani pelanggan dengan lebih dari 100 level yang terus meningkat tingkat kesulitannya.

Para gamer bisa bermain game yang dirilis oleh Telkomsel dengan cara mengunduh secara gratis di Google Play Store. Kemudahan dalam mempergunakan game itu, perlu diperhatikan dengan hati-hati, jangan sampai menjadi candu.

Bermain-main memang mengasyikkan, saking asyiknya hingga lupa akan waktu. Semua rencana yang diagendakan malah terbengkalai, karena waktu telah habis untuk membahagiakan diri berkutat dengan permainan yang disuguhkan oleh media baru-baru ini.

Sobat Cahaya Islam, bermain dalam Islam tidak dilarang, tetapi diperbolehkan untuk media refreshing. Tidak jarang para pendakwah sengaja menyampaikan syiar agama Islam melalui istilah guyonan (canda-tawa) agar pendengar bisa betah mendengarkan dakwahnya.

Meskipun, diperbolehkan dalam Islam terkait permainan. Muslim perlu menekankan dan hati-hati dalam bermain. Hal ini bertujuan agar tidak terjerumus dalam permainan yang membahayakan. Berikut tips bagaimana caranya hati-hati dalam bermain-main.

Telkomsel  Ada Game Baru, Tips Muslim Berhati-hati dalam Bermain

Muslim perlu tahu tips kehati-hatian dalam bermain game, meninjau pula kini banyak yang beralih ke media dengan adanya pandemi virus Corona. Ini tips-tips yang bisa diterapkan.

  • Mengatur Waktu Sebaik Mungkin

Waktu adalah uang, waktu adalah pedang, waktu adalah lahan beribadah kepada Allah SWT. Banyak definisi waktu yang kita tahu. Tapi sudahkah kita mengatur waktu sedemikian rupa dengan baik, sehingga segala kewajiban dan kegiatan dapat terlaksana?

Jika belum dan masih suka bermain-main sampai tidak ingat waktu. Mari perlahan atur waktu, dengan harapan tidak menyesal kelak nanti. Pentingnya mengatur waktu itu sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari di bawah ini.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

Berdasarkan hadis di atas disebutkan bahwa ada dua nikmat yang banyak menipu manusia, yakni nikmat sehat dan waktu senggang.

  • Melaksanakan Kegiatan dengan Maksimal

Bermain-main boleh saja, jika kegiatan yang menjadi kewajiban untuk diselesaikan sudah terlaksana secara maksimal sebisa mungkin.

Suatu kegiatan yang tidak dilakukan secara maksimal hanya menambah waktu. Alhasil waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan lain, mau tidak mau menggenapi untuk menyelesaikan kegiatan yang tidak maksimal.

  • Mendahulukan Kegiatan yang Diprioritaskan

Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Begitu pun selaras dengan kewajiban yang ditumpukkan kepadanya. Oleh karena itu untuk menghindari candu dalam bermain-main, terlebih dahulu lakukan kegiatan yang telah diprioritaskan.

Hal semacam ini, akan menekan waktu terbuang untuk bermain-main lebih sedikit. Intinya, diri memberikan ruang untuk bermain-main dengan syarat kewajiban telah ditunaikan.

  • Membatasi Waktu Bermain

Muslim tidak ada salahnya membuat semacam aturan untuk diri sendiri, semisal boleh bermain dalam sehari dalam kurun waktu sekian menit. Lebih baiknya lagi bila aturan yang dibuat diberi punishment dan reward.

Apabila melanggar aturan yang dibuat, maka hukumannya melakukan kegiatan yang bermanfaat dengan memotong waktu bermain. Jika bisa menerapkan berikan reward, misalnya di hari libur boleh menambah waktu bermain.

Sobat Cahaya Islam, tips kehati-hatian dalam bermain khususnya game semoga bisa bermanfaat. Tidak lupa semoga game yang dirilis Telkomsel tidak menjadi candu bagi masyarakat Indonesia. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY