Hotman Paris Berpendapat Lain tentang UU Prakerja, Penyebab Utama Permasalahan dalam Islam

0
16

Hotman Paris – Pengacara kondang yang sering mengisi berita di media, kini kembali menyuarakan diri membahas terkait polemik yang lagi menerjang Indonesia. Hal ini terkait UU Cipta Kerja yang berdampak demo di mana-mana, yang melibatkan mahasiswa dan buruh.

Sebagian besar orang menganggap UU Cipta Kerja berdampak negatif. Lain halnya dengan Hotman Paris yang mengaku telah membaca draf UU Cipta Kerja,  justru berita bagus bagi buruh. Pasalnya menurut dia, bila pemberi kerja tidak memberikan pesangon sesuai ketentuan dapat ditindak pidana.

Sobat Cahaya Islam, bagaimana menurut kalian? Satu permasalahan ada yang pro ada yang kontra. Memang begitulah kehidupan, selalu menyuguhkan keberagaman sudut pandang. Tidak khayal bila semua permasalahan di dunia ini, kebanyakan memiliki satu penyebab utama.

Penyebab utama permasalahan adalah pemahaman atau sudut pandang.  Sebagai umat Islam, tidak diperkenankan untuk ceroboh dengan maksud ingin cepat menyelesaikan permasalahan dari satu sudut pandang.

Hotman Paris Berpendapat Lain,  Ada Penyebab Utama Permasalahan dalam Islam

Permasalahan dalam Islam memiliki penyebab utama yang bisa disimpulkan sama dengan permasalahan pada umumnya, yakni perbedaan pemahaman terhadap suatu permasalahan. Islam mengajarkan untuk bersikap toleran terhadap perbedaan. Hanya saja tidak semua umat Islam bisa menerapkannya, sehingga permasalahan yang awalnya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan malah berujung hal yang tidak diinginkan.

Cara Menghadapi Perbedaan Pendapat dalam Islam

Perbedaan pemahaman atau sudut pandang yang menjadi penyebab utama permasalahan dalam Islam bisa dihadapi dengan cara-cara berikut ini.

  1. Sadar Perbedaan adalah Rahmat

Perbedaan adalah rahmat tidak bisa dipungkiri lagi, dengan adanya perbedaan justru akan terbuka ruang-ruang komunikasi. Bila tidak ada perbedaan hidup seakan monoton stagnan begitu saja. Berikut hadis mengenai perbedaan adalah rahmat.

اختلاف أصحابي لكم رحمة

“Perbedaan pendapat para sahabatku adalah rahmat bagi kalian.” (HR. Al Baihaqi, Al Madkhal Ila As Sunan Al Kubra, No. 113)

Memiliki perbedaan pendapat dengan orang lain, sebaiknya sadar diri jika berbeda itu wajar saja, tidak perlu memaksa orang lain untuk sependapat. Berkaca diri terlebih dahulu, bila kita disuruh untuk mengikuti pendapat orang lain apakah pasti mau? Belum tentu.

 

  1. Musyawarah

Perbedaan pemahaman terkait suatu bahasan atau kebijakan, sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu. Agar saling terbuka, sebab ibarat penutur atau penulis yang memberikan informasi dengan maksud A, ditangkap pembaca atau pendengar justru B.

Oleh karena itu, musyawarah perlu. Musyawarah merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan pada zaman nabi, sahabat, ulama, bahkan majelis-majelis pengajian zaman sekarang, dengan tujuan menetapkan hukum Islam.

  1. Mencari Jalan Terbaik

Komunikasi dan keterbukaan antara beberapa pemahaman yang berbeda bisa diselesaikan dengan mencari jalan terbaik. Mana pendapat atau pemahaman yang paling tepat dengan teks maupun konteks permasalahan yang dihadapi.

Poin ini telah dilakukan oleh pendahulu kita Ir. Soekarno yang memilih untuk mencari jalan terbaik dengan mendirikan Gerakan Non-blok, setelah melihat perselisihan antara negara yang tergabung dalam Blok Barat dengan Blok Timur.

Sobat Cahaya Islam, pembahasan di atas merupakan tiga cara menghadapi penyebab utama permasalahan dalam Islam. Sekaligus bisa diterapkan di kehidupan seperti pembahasan terkait UU Cipta Kerja menurut Hotman Paris. Semoga kita termasuk orang yang bisa menghargai perbedaan.  Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!