Hening Cipta Indonesia Untuk Mendoakan Nakes

0
32
Hening Cipta Indonesia

Hening Cipta Indonesia – Sabtu (10/07) seluruh lapisan masyarakat Indonesia bersama-sama melakukan hening cipta Indonesia. Gerakan mengheningkan cipta selama 60 detik untuk mendoakan para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan selama pandemi Covid-19, untuk seluruh pejuang Covid-19, juga untuk Indonesia yang lebih sehat.

Gerakan hening cipta Indonesia diprakarsai oleh Menag, Yaqut Cholil Qoumas. Beliau mengisyaratkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama berdoa, mengheningkan cipta sejenak, menghentikan aktivitas selama 1 menit pada pukul 10.07 WIB serentak di seluruh wilayah Indonesia (WIT dan WITA menyesuaikan).

Gerakan hening cipta Indonesia ini juga salah satu bentuk solidaritas dan soliditas serta momentum untuk menghormati bagaimana tenaga kesehatan telah berusaha dan tidak sedikit pula yang gugur dalam perjuangan melawan Covid-19. Bagaimana dengan Sobat Cahaya Islam? Apakah juga mengikuti gerakan hening cipta Indonesia?

Hening Cipta Indonesia dan Bagaimana Meningkatkan Jiwa Solidaritas

Hening Cipta Indonesia

Pandemi Covid-19 membuat kehidupan manusia menjadi berubah. Dalam Islam kita diminta untuk tidak berburuk sangka terhadap orang lain. Namun, saat pandemi seperti ini ketika ada orang batuk otak dan pikiran kita akan lebih sensitif untuk berburuk sangka. Kalau-kalau orang tersebut terindikasi positif Covid-19 dan kita harus menjaga jarak dengannya.

Sobat Cahaya Islam, gerakan ini hampir mirip dengan penjelasan sebuah hadist yang riwayat dari Bukhari dan Muslim, yaitu:

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Muslim No 4685).

Sebagai muslim yang beriman dan hormat terhadap keputusan pemimpin, beberapa poin di bawah ini akan membantu Sobat Cahaya Islam dalam meningkatkan jiwa solidaritas antar sesama manusia di tengah wabah Covid-19 yang masih belum juga reda di Indonesia:

1.      3S (Senyum, Sapa, Salam)

Salah satu cara meningkatkan rasa solidaritas kepada sesama adalah dengan menerapkan gerakan 3S (Senyum, Sapa, Salam). Ketika bertemu dengan orang lain atau teman kita di jalan sebaiknya kita tetap menyapanya. Memberikan senyum dan memberikan salam. Memberi salam sama artinya dengan mendoakan keselamatan.

2.      Meningkatkan Rasa Empati terhadap Orang Lain

Berempati terhadap orang lain memang bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Namun, Sobat Cahaya Islam dapat mencoba dengan memulai memosisikan diri menjadi orang lain. Ketika perasaan tersebut telah ada, maka penderitaan yang orang lain alami dapat kita rasakan.

Sebagaimana jabaran hadist di atas. Sesama muslim, manusia, kita diibaratkan satu batang tubuh. Ketika ada salah satu di antara manusia tersebut sakit maka seluruh bagian tubuhnya ikut merasakan. Itulah makna solidaritas dari gerakan hening cipta Indonesia.

3.      Saling Memberi dan Tolong Menolong

Langkah terakhir agar jiwa solidaritas kita terpupuk adalah dengan saling memberi dan tolong menolong dalam kebaikan. Ketika seseorang saling bersilaturahim dan memiliki rasa empati yang terus dijaga, maka rutinitas untuk saling memberi dan tolong menolong dalam kebaikan akan secara alami kita lakukan.

Demikian tadi beberapa hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari gerakan hening cipta Indonesia. Semoga dengan adanya gerakan tersebut kita sebagai masyarakat Indonesia terus memiliki jiwa solidaritas kepada sesama agar pandemi Covid-19 juga segera selesai. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY