Harun Masiku Buron! Catat Hukum Korupsi dalam Islam

0
100

Harun Masiku – Nama Harun Masiku menjadi perbincangan publik seusai ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Rabu kemarin (25/11). Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019/2024. 

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Januari 2020, politikus dari fraksi PDIP ini lantas menghilang dan ditetapkan sebagai buronan oleh KPK di bawah tim Firli. Hal ini membuat keraguan dari masyarakat terhadap KPK di bawah kepemimpinan Firli. Pasalnya KPK yg dipimpin oleh Firli baru menangkap kasus sebanyak 5 kali. 

Peneliti ICW menegaskan kembali kepada KPK agar tidak lengah karena telah berhasil menangkap Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap izin ekspor benih lobster. Edhy Prabowo ditangkap saat kepulangannya dari Hawai, Amerika Serikat. Pun istri Edhy yang merupakan anggota komisi V DPR dari fraksi Gerindra.

Kasus buron Harun menjadi sorotan publik terhadap kinerja KPK. Beberapa pihak mengutarakan bahwa KPK di bawah kepemimpinan Firli tidak bersifat independen. Mereka masih bekerja di bawah pegangan pemerintah dalam menindak korupsi di Indonesia. Oleh sebab itu, kasus buron politikus PDIP sejak Januari kemarin masih dipertanyakan prosesnya hingga sekarang.

Sobat Cahaya Islam. Tidak satu dua kali kita dapati para pejabat negara bertindak gegabah terhadap jabatan serta amanah yang diemban. Harta dan tahta nampaknya masih sangat dituhankan bagi beberapa pejabat maupun politikus negeri. Hal ini tentu menjadikan kepercayaan publik terhadap para pejabat negara berkurang. Nah, Sobat Cahaya Islam. Bagaimana Islam memandang atas kasus ini?

Harun Masiku Masih Buron, Mengulas Korupsi dari Sudut Pandang Islam

Berita korupsi di Indonesia nampaknya sudah bukan hal aneh di negeri ini. Hampir setiap tahun ditemukan tersangka baru kasus korupsi entah itu penggelapan uang, suap, maupun lainnya. Hal senada datang dari politikus fraksi PDIP, Harun Masiku yang buron sejak 29 Januari.

Beredar kabar dirinya telah meninggal. Namun, beberapa waktu lalu terdapat foto Harun berada di salah satu bandara di Indonesia. Akan tetapi hingga kini KPK belum berhasil menangkapnya. Bagaimana hukum serta sanksi apa saja yang seharusnya diterima oleh Harun? Simak ulasan berikut:

· Hukum Korupsi dalam Islam

Korupsi atau suap dalam Islam dapat disebut Risywah. Perbuatan ini termasuk perbuatan tercela. Allah akan melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan risywah. Orang yang melakukan risywah telah melanggar sumpah janji yang diucapkan serta menentang amanah yang telah diberikan. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa hukum korupsi adalah haram.

· Sanksi yang diterima

Secara hukum ada beberapa sanksi yang akan diterima para koruptor, seperti penjara, pemecatan, sanksi material, hingga pembekukan hak milik. Lalu, bagaimana sanksi korupsi dalam Islam? Karena tidak ada hukum qath’i yang mengatur tentang korupsi dalam Islam. Hanya saja dalam surat Al-Baqarah kita akan menemukan tafsiran ayat yang mengarah pada pembahasan poin ini

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Nah, Sobat Cahaya Islam sudah tahu bukan hukum korupsi serta sanksi atas kasus Harun Masiku ini? Semoga kita semua terhindar dari perbuatan tercela ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY