Diego Maradona Meninggal, Ingat bahwa Setiap yang Hidup Pasti Mati

0
73

Diego Maradona – Kabar duka datang dari dunia sepak bola internasional, Diego Maradona. Media sosial Twitter tiba-tiba ramai memperbincangkan berita kematian pesepakbola dunia ini akibat serangan jantung (25/11). Maradona meninggal diusia 60 tahun.

Si Tangan Tuhan, julukan Maradona, menghembuskan napas terakhir pasca dua minggu pulang dari rumah sakit. Pemain sepakbola asal Argentina tersebut diketahui hidup secara tidak sehat pasca pensiun dari lapangan hijau. Selain itu, Maradona juga sempat menjalani operasi pengambilan gumpalan darah di sekitar otaknya.

Dunia sepak bola merasa sangat kehilangan atas kepergian Maradona. Pasalnya pencetak gol piala dunia di tahun 1986 ini banyak dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola yang terbaik versi dunia. Bukan tidak mungkin jika kepergiannya membuat dunia gempar dan kehilangan terhadap sosok terbaik dunia.

Sobat Cahaya Islam, kita tentu sering mendengar berita tentang kematian secara tiba-tiba. Hidup, rezeki, dan mati kita telah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Tidak ada yang tahu kapan kita akan benar-benar pergi dari dunia yang fana ini. Seperti yang dialami Diego Maradona.

Diego Maradona Meninggal, Fase Perjalanan Hidup Manusia Menuju Alam Berikutnya

Setelah dikabarkan meninggal pada Rabu (25/11) menjelang dini hari. Berita tentang Maradona yang meninggal di Kota Tigre banyak menjadi perbincangan di sosial media. Pasalnya, selama hidup di lapangan hijau, Maradona terkenal sebagai pemain terbaik yang telah mencetak puluhan gol dalam pertandingan.

Sebagai pecinta sepak bola, kita tentu sangat merasa kehilangan. Namun, Kepergian manusia dari alam dunia dapat mengingatkan kita kembali terhadap batas masa hidup manusia di dunia. Meski tidak seorangpun tahu kapan batas masa hidup manusia di dunia ini berakhir.

–  Setiap yang Bernyawa Pasti akan Mati

Kita tentu tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan menemui ajalnya. Layaknya Diego Maradona yang telah pergi meninggalkan alam dunia. Manusia telah digariskan jalan hidupnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kapan ia lahir, kapan ia akan meninggalkan dunia, serta kapan akan menghadapi hari penghisaban.

Selain membuat kesedihan atas kepergian legendaris pesepakbola dunia, kematian Maradono dapat menjadi pengingat untuk manusia yang lainnya bahwa semua manusia pasti akan pergi, entah kapan. Allah SWT berfirman dalam surat Luqman ayat 34 yang berbunyi

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Surat Luqman ayat 34)

– Persipkan Diri Setiap Waktu

Tidak ada alasan untuk tidak mempersiapkan waktu kematian. Sebagaimana penjelasan ayat di atas. Maka dari itu, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kita patut mengakui dan mempersiapkan diri untuk fase kehidupan setelah alam dunia agar kita dapat memiliki bekal di fase kehidupan berikutnya.

Ada orang yang meninggal sesaat setelah melakukan amal kebaikan. Ada pula orang yang meninggal setelah melakukan amal keburukan. Tentunya kita akan dapat menebak siapa di antara dua orang ini yang lebih cepat hisabnya nanti. Meski tidak ada yang bisa menjamin kita akan masuk surga atau neraka Allah.

Maka dari itu, Sobat Cahaya Islam. Berlarut dalam kesedihan atas kepergian Diego Maradona pun tidak menjadikan ia dapat hidup kembali. Coba kita lihat sisi positif atas kejadian ini, selain menjaga kesehatan juga mempersiapkan diri sebelum kita dipanggil.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY