Hari Santri Nasional 2022, Ini Sejarah Singkatnya!

0
854
Hari Santri Nasional 2022

Hari Santri Nasional 2022 – Peringatan hari santri  selau diperingati pada tanggal 22 Oktober 2022. Terakit dengan Hari Santri Nasional 2022, kami akan menjelaskan sejarah singkatnya terkait hari perayaan ini.

Sebenarnya peringatan ini, tidak hanya sebatas untuk kalangan siswa/siswi pesantren saja. Tapi juga diharapkan dapat meningkatkan toleransi diantara para santri, umat islam, serta seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini telah dilansir dari halaman resmi Nahdatul Ulama online, pada mulanya peringtan ini diusulkan oleh masyarakat yang berada di Pesantren.

Adanya peringatan ini sebagai bentuk mengenang, mengingat, serta meneladani perjuangan kaum santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Untuk sejarah lebih lengkapnya, berikut ini kami paparkan untuk Sobat Cahaya Islam.

Sejarah Hari Santri Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional 2022 ini, telah ditetapkan sejak tahun 2015. Tenyata, peristiwa ini berdasarkan latar belakang sebuah sejarah yang telah terjadi pada zaman masa kemerdekaan Indonesia.

Sebuah peristiwa yang membangkitkan semangat para santri, pemuda muslim serta masyarakat Indonesia untuk melawan penjajah Indonesia.

1. Peristiwa yang Melatar Belakangi

Hari penetapan ini, merujuk pada sebuah peristiwa ketika pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari menyerukan jihad pada masyarakat Indonesia tepat pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 lalu.

Hari Santri Nasional 2022

Seruan tersebut berisi ajakan juga perintah pada seluruh umat muslim yang ada di Indonesia untuk berperang melawan para sekutu, yang ingin melakukan penjajahan kembali setelah peristiwa proklamasi kemerdekaan.

Karena saat itu, tentara sekutu yakni Inggris sebagai pemenang PD II, berusaha untuk mengambil kekuasaan tanah jajahan negara Jepang. Sehingga peristiwa tersebut membuat KH. Hasyim Asy’ari menggerakan umat muslim untuk melawan penjajaha tersebut.

2. Penetapan Hari Santri Nasional

Penetapan hari santri diusulkan oleh para ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam di Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur pada tanggal 27 Juni 2014.

Ketika itu Presiden Joko Widodo tengah berkunjung, sebagai salah satu calon presiden dan menandatangani tanggal 1 Muharram diperingati sebagai Hari Santri. Sejalan dengan hal tersebut, PBNU mengusulkan agar Hari Santri ini ditetapkan pada tanggal 22 Oktober.

Hari Santri Nasional 2022

Merujuk pada peristiwa Rosulusi Jihad yang telah terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945 silam. Hingga pada akhirnya, 22 Oktober 2015 pun secara resmi dijadikan sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi. Hal ini merujuk pada beberpa pertimbangan:

  • Ulama serta santri dianggap mempunyai peranan yang besar dalam perjuangan memperebutkan kemerdekaan RI, serta mempertahankan NKRI dan mengisi kemerdekaan.
  • Keputusan ini diambil sebagai bentuk meneladani, mengenang, serta melanjutkan perjuangan para ulama serta santri dalam mempertahakan dan membela NKRI.

Serta menghargai jasanya karena telah ikut berkontribusi dalam membangun bangsa, maka Hari Santri ditetapkan pada tanggal 22 Oktober 2015.

  • 22 Oktober ini juga merujuk pada resolusi jihad pada tanggal tersebut oleh para santri dan ulama dari seluruh penjuru Indonesia. Pada saat itu, diwajibkan untuk membela tanah air serta mempertahankan kemerdekaan NKRI dari serangan para penjajah.

Sebagai warga negara yang baik, tentu kita perlu membela negara.

“Barangsiapa yang terbunuh ketika mempertahankan hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa yang terbunuh ketika mempertahankan agamanya, maka ia syahid. Barangsiapa yang terbunuh ketika mempertahankan darahnya, maka ia syahid. Barangsiapa yang terbunuh ketika membela keluarganya, maka ia syahid” (Abu Daud no.4772)

Terutama jika kita melihat kekufuran di dalamnya.

“Suatu ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil kami, lalu kami mengucapkan baiat (janji setia) kepada beliau untuk menjalankan segala sesuatu yang diwajibkan, kami berbaiat kepada beliau untuk selalu mendengar dan taat, baik suka ataupun tidak suka, baik sulit ataupun mudah dan tidak mencabut ketaatan dari orang yang wajib untuk ditaati, kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata yang bisa kalian pertanggungjawabkan buktinya di hadapan Allah” (HR. Al-Bukhari no. 7056)

Perjuangan ini tidak hanya berperang di Medan perang, tapi juga bisa memperdalam ilmu agama.

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)

Sekian artikel terkait Hari Santri Nasional 2022 dibuat, semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY