Hari Disabilitas Internasional: Bagaimana Islam Memandang Difabel?

0
216
Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas Internasional – Desember menjadi bulan terakhir di kalender sekaligus pertanda berakhirnya tahun 2023. Walaupun begitu, Desember termasuk salah satu bulan yang banyak memiliki hari penting. Salah satunya ada peringatan Hari Disabilitas Internasional di seluruh dunia.

Di dunia ini, banyak penyandang disabilitas dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sayangnya tidak sedikit orang yang memandang kaum difabel sebelah mata. Banyak juga yang menyebut kaum difabel sebagai orang yang memiliki kekurangan semata.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Sejatinya, Hari Disabilitas Internasional menjadi peringatan penting betapa berharganya para difabel dan sama seperti manusia pada umumnya. Selain itu, Hari Disabilitas juga mengajak masyarakat menunjukan rasa kepeduliannya untuk penyandang disabilitas. Dengan begitu besar harapan tak ada lagi perbedaan kepada kaum disabilitas baik secara fisik maupun mental.

Melalui peringatan Hari Disabilitas, masyarakat di seluruh dunia bisa kembali menegakkan keadilan untuk penyandang disabilitas. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh kesempatan sama untuk bermain, bekerja, menjadi orang sukses, serta mendapat kesehatan.

Pada Hari Disabilitas, masyarakat dunia juga bisa ikut menemani para penyandang difabel. Bukan itu saja, masyarakat bisa memberikan mereka bantuan dan dukungan, sekaligus memahami kondisinya. Hal ini akan memperbesar kemungkinan terciptanya dunia yang aman dan tentram bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.

Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas di Mata Islam

Sobat Cahaya Islam, Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum perbaikan diri agar masyarakat tidak lagi memandang rendah kaum tersebut. Mengingat, para penyandang disabilitas sering mendapat perlakuan semena-mena. Mereka juga harus menerima perlakuan diskriminatif, sampai tidak dianggap di tengah masyarakat.

Sejumlah orang pun menganggap bahwa kondisi disabilitas merupakan hukuman dari Allah SWT atau karma dari ilmu hitam. Padahal anggapan seperti itu tidak mewakili ajaran serta nilai islam yang sesungguhnya sedikit pun.

Pasalnya islam adalah agama yang sangat mulia dan mencintai semua umatnya. Islam tidak membedakan manusia terlepas dari kondisi fisik, ekonomi, ras, ataupun hal lainnya. Justru yang membedakan hanyalah amal, kebaikan, dan ketaatan manusia kepada Allah SWT.

Hak Penyandang Disabilitas Menurut Islam

Sobat Cahaya Islam, ternyata agama islam juga memperhatikan hak-hak yang harus penyandang disabilitas dapatkan. Hak-hak tersebut di antaranya:

1. Diperlakukan Seperti Manusia Biasa

Menurut pandangan islam, mengintegrasikan penyandang disabilitas dalam masyarakat begitu penting. Hal tersebut penting untuk kesejahteraan emosional maupun mental para kaum difabel. Sobat sepatutnya mempunyai empati dan rasa peduli terhadap satu sama lain.

Selain itu, Sobat juga perlu memperlakukan kaum difabel sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Pasalnya, kaum difabel juga berhak mendapat perlakuan manusiawi serta layanan fasilitas, terutama untuk beribadah. Hal itu tertulis dengan jelas dalam Al Quran, tepatnya di ayat:

 لَيْسَ عَلَى اْلأَعْمَى حَرَجٌ وَلاَعَلَى اْلأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلاَعَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلاَعَلَى أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا مِن بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالاَتِكُمْ أَوْ مَامَلَكْتُم مَّفَاتِيحَهُ أَوْ صَدِيقِكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ  

Tidak ada halangan bagi penyandang disabilitas netra, tidak (pula) bagi penyandang disabilitas daksa, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumahmu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu. Di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan. Di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki. Di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri. Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat dan kebaikan. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya-Nya bagimu, agar kamu memahaminya,” (QS An-Nur: 61).

2. Tidak Dipandang Rendah

Sobat, Allah SWT juga memerintahkan hambanya untuk tak pernah memandang rendah, mencap, apalagi mengejek orang lain. Hal itu juga berlaku untuk para penyandang disabilitas. Pasalnya, boleh jadi mereka justru lebih baik daripada Sobat.

Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)…” (QS. Al-Hujurat ayat 11)

Sobat Cahaya Islam, betapa agama islam memuliakan kaum difabel terlepas dari kekurangan yang mereka miliki. Mari jadikan Hari Disabilitas Internasional sebagai momentum untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY