Haji furoda berapa hari – Menunaikan ibadah haji merupakan impian banyak Sobat Muslim, namun antrian panjang saat mendaftar jadi kendalanya. Haji furoda atau haji mujamalah berapa hari menjadi topik paling banyak dicari calon jamaah. Sebab, mekanisme haji ini menawarkan kesempatan calon jamaah berangkat haji tanpa menunggu antrian yang panjang.
Haji Furoda Berapa Hari?
Aturan mengenai sistem haji mujamalah terdapat pada Undang-Undang nomor 8 tahun 2019, tepatnya pasal 18. Haji furoda merupakan program yang berasal dari Pemerintah Arab Saudi dengan tujuan memudahkan calon jemaah haji. Harga program haji cepat ini lebih tinggi daripada sistem reguler.
Pada tahun 2024 saja harganya berkisar antara Rp285 juta hingga Rp412 juta. Lalu, jamaah yang memilih haji furoda berapa lama harus menjalaninya? Durasi waktu pelaksanaan haji mujamalah lebih singkat daripada program lainnya. Ibadah haji dengan sistem ini memerlukan waktu dari keberangkatan hingga kepulangan yakni 14 hingga 25 hari.


Jamaah haji furoda mendapatkan pelayanan utuh, layaknya jamaah lainnya. Begitu juga dengan rukun hingga sunnahnya secara lengkap sama dengan kelompok reguler dan ibadahnya tetap sempurna sebagaimana ayat:
“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” 1
Sistem khusus dari Pemerintah Arab Saudi ini menjadi jawaban untuk jamaah yang ingin berhaji secepatnya. Meskipun menghadirkan kemudahan, namun ada persyaratan haji mujamalah yang harus Sobat penuhi, yakni dengan menghubungi PIHK. Nantinya, pihak dari PIHK membantu menjalani proses pendaftarannya.
Apakah Hukum Haji Furoda Sah?
Terdapat aturan agar seseorang bisa masuk untuk berhaji, yaitu harus memiliki syarat tashrih. Persyaratan ini hanya keluar lima tahun sekali dari pemerintahan Arab Saudi. Selain melalui keputusan pemerintah, terdapat syarat lain sesuai keputusan negara-negara dalam naungan OKI.
Setelah mengetahui haji furoda berapa hari, ternyata ada beberapa pendapat berseberangan mengenai sah atau tidaknya cara berhaji seperti ini:
1. Ulama Fikih
Menurut jumhur ulama, persyaratan wajib ibadah haji dalam Islam yaitu sehat, merdeka, baligh, berakal, dan mampu. Ketika sudah mendapatkan jalan untuk berangkat berhaji, maka ketika tidak melalui jalur kuota resmi negaranya akan tetap sah. Sebab, tidak ada syarat yang menyebut bahwa haji sah apabila menggunakan sistem kuota.
Pelaksanaan haji mujamalah menjadi pilihan terbaik salah satunya sebagai pemberat timbagnan amal, sebagaimana hadits berikut:
“Akan tetapi, pahalanya tergantung pada usaha yang dikorbankan” 2
Usaha yang Sobat korbankan bermakna semakin banyak pengorbanan saat menjalankan ibadah, maka pahalanya semakin besar. Pengorbanan untuk pergi berhaji pasti jauh lebih sulit dari segi biayanya, terutama untuk jenis haji plus atau furoda ketimbang reguler. Setiap muslim dapat menjadikan pahala ibadah berhaji sebagai pemberat di akhirat kelak.


2. Menurut Ulama
Setelah paham haji ini berapa hari, Sobat wajib tahu pandangan beberapa ulama yang memperbolehkan pelaksanaannya. Merujuk pada tarjih Muhammadiyah dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan secara syariat pelaksanaan haji mujamalah sah. Untuk mendukung sah pelaksanaannya, maka harus memenuhi beberapa syarat berikut:
- Visa mujamalah resmi.
- Tak melanggar hukum negara
- Tidak menimbulkan kekacauan di Tanah Suci.
Pelaksanaan haji furoda berapa hari? Ternyata lebih singkat daripada haji reguler, yakni 14 hingga 25 hari. Namun, pada prakteknya terdapat dua pandangan tentang pelaksanaan haji ini. Ada yang menganggapnya sah karena memenuhi semua rukun haji, namun secara fikih harus memenuhi syarat tashrih.































