Gunung Merapi Kembali Berpijar, Inilah Sikap Seorang Muslim Ketika Menghadapi Musibah!

0
139

Merapi – Berdasar data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, pada hari Selasa, tanggal 5 Januari 2021 tercatat bahwa Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar. Masyarakat sekitar tentunya sangat terkejut dan begitu ketakutan. Ditakutkan ada bencana yang ditimbulkan, pemerintah setempat dengan segera mengevakuasi dan mengamankan setiap masyarakat yang berada dekat dari kawasan.

Munculnya bencana tentu tidak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri. Hal ini bisa saja berati teguran atau pun cobaan untuk menjajaki tingkat yang lebih tinggi.

Firman Allah swt dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 35:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut bahwa setiap ujian yang datang menjadi salah satu barameter seorang muslim. Hal ini dapat dilihat seberapa banyak muslim yang masih bersabar tanpa putus asa dan sebaliknya seberapa banyak pula muslim yang ingkar dan tidak bersyukur.

Sikap Seorang Muslim Ketika Menghadapi Bencana

Seperti yang disinggung sebelumnya, bencana yang muncul tidak lepas dari perbuatan manusia. Selain itu, akan ada hikmah dibalik bencana yang terjadi. Lantas, bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah Merapi yang kini sedang terjadi. Yuk simak informasinya!

1.   Senantiasa Berdoa Kepada Allah swt

Islam senantiasa mengajarkan berbagai aspek dalam kehidupan. Dalam menghadapi Merapi, selaku umat muslim senantiasa berdoa dan pasrah pada Allah swt. Terdapat tuntutan doa yang kerap dicontohkan oleh Rasulullah saw. ketika terjadi gunung meletus. Adapun doa yang dimaksud yakni sebagai berikut.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ‘Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya.” (HR. Abu Dawud4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.)

Selain itu, terdapat riwayat lain terkait doa yang dipanjatkan ketika mendapatkan musibah.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila setan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat” (HR Abu Daud).

Sebagai seorang muslim yang baik, ketika menghadapi suatu musibah/ bencana seperti halnya Merapi maka harus disikapi dengan bijak. Semua yang terjadi merupakan ujian dari Allah swt sebagai pengingat bahwa pada dasarnya, manusia dan seisinya ciptaan Allah swt dan bersifat sementara.

2.   Bersabar dan Introspeksi Diri

Sikap lainnya yang harus ditunjukkan seorang muslim ketika menghadapi musibah yakni bersabar dan introspeksi diri.  Bersabar terhadap ujian yang Allah swt berikan dan senantiasa pasrah terhadap apa yang ditakdirkannya. Namun, setiap hal yang terjadi baik musibah maupun bencana, hendaknya diambil hikmah yang mendalam.

Berkacalah agar bisa berintrospeksi pada diri sendiri. Sudahkah menjaga lingkungan dengan baik? atau sebaliknya masih bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar, melakukan penebangan pohon sembarangan hingga gunung menjadi gundul.

Nah, itulah sikap yang harus diambil ketika seorang muslim menghadapi bencana seperti Gunung Merapi, banjir dan sebagainya. Semoga Sobat Cahaya Islam senantiasa diebrikan kesabaran dalam menghadapi masalah. Selain itu, bersikap bijaklah dalam menjaga lingkungan sekitar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY