Family Farming Itu Apa? Selain Sebagai Lahan Pangan Keluarga, Ini Salah Satu Anjuran Dalam Islam!

0
100
Family Farming Itu Bisa Jadi Pemenuhan Kebutuhan Pangan Secara Mandiri

Family farming itu – Ditengah pandemi covid-19 sekarang ini, keadaan memaksa kita untuk hidup dengan lebih mandiri. Kenapa begitu? karena berbagai kegiatan kita dibatasi. Apalagi yang berkaitan dengan kegiatan diluar rumah. Jika biasanya kita bisa makan makanan luar, maka ditengah pandemi ini akan lebih baik mengolah makanan sendiri. Jika kita bisa bebas berbelanja kebutuhan sebelumnya keluar rumah, maka saat ini kita harus mengurangi kegiatan tersebut. Itu sebabnya, kita harus bisa lebih mandiri saat ini.

Family Farming Itu Berkebun Keluarga Dengan Manfaatkan Lahan Rumah

Memenuhi kebutuhan secara mandiri sebenarnya bisa saja dilakukan. Apalagi jika mengenai kebutuhan pangan. Indonesia memiliki sumber daya yang begitu banyak sehingga bisa kita manfaatkan untuk mewujudkan hal tersebut. Family farming salah satu istilah yang diartikan sebagai kemandirian untuk pemenuhan kebutuhan pangan dengan kebun keluarga. Dengan kata lain, kita bisa mendapatkan bahan pangan sendiri dengan membuat perkebunan sendiri. Ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di rumah atau pekarangan rumah.

Family Farming Itu? Bisa Jadi Lahan Pangan Keluarga, Berkebun Termasuk Anjuran Dalam Islam

Family Farming Itu Sesuai Dengan Anjuran Islam Untuk Bercocok Tanam

Family farming itu merupakan salah satu metode untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Hal ini karena kita akan menanam bahan pangan sendiri, dan memanennya untuk kebutuhan sendiri atau keluarga. Dengan begini, kita pun tidak harus menggantungkan kebutuhan pangan dari hasil panen orang lain. Setidaknya, ditengah pandemi sekarang ini tetap bisa meminimalkan kegiatan pergi keluar namun kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan baik. Dalam agama islam, memanfaatkan sumber alam ini adalah yang dianjurkan.

وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (1)

Dalam ayat diatas, dijelaskan bahwa Allah menjadikan bumi ini untuk makhlukNya sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik. Apalagi didalamnya telah diciptakan segala yang dibutuhkan oleh kita sebagai manusia. Maka dari itu, tugas kita adalah memanfaatkannya sebaik mungkin.

Family Farming Itu Bisa Jadi Pemenuhan Kebutuhan Pangan Secara Mandiri

Di jaman Rasulullah, bercocok tanam merupakan salah satu yang dianjurkan. Bukan hanya bisa membantu memenuhi kebutuhan sendiri, namun juga dapat diperdagangkan. Itu sebabnya, di jaman Rasulullah bertani dan berdagang merupakan profesi yang dilakukan oleh hampir semua umat muslim.

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak (2)

Jika dikaitkan di jaman modern saat ini, berkebun atau family farming bisa jadi metode untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Namun juga bisa sebagai jalan untuk mencari rejeki halal dengan kegiatan jual beli atau dagang. Bisa juga diolah sebagai makanan khas lokal.

Family farming itu – adalah metode yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga atau mandiri. Sehingga diartikan sebagai kebun keluarga. Namun dengan family farming ini, kita juga bisa memanfaatkannya agar lebih maju sehingga bisa menjadi ladang untuk mencari rejeki.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Ar-Rahman Ayat 10-13

(2) – Surat Al-An’am Ayat 99

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY