Dirgahayu Indonesia, Cinta Negara Bukti Keimanan

0
1074
Dirghayu Indonesia

Dirghayu Indonesia Bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan sebagai negara yang merdeka. Setiap tahun masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dengan penuh suka cita dan khidmat.

Poster dan spanduk bertuliskan dirgahayu Indonesia tersebar di penjuru Indonesia, hal ini dilakukan untuk memperingati kemerdekaan sekaligus memberi penghormatan terbaik kepada para pahlawan yang telah memperjuangklan kemerdekaan Indonesia.

Dirgahayu Indonesia

Dirghayu Indonesia

Dirgahyu Indonesia, dirgahyu pula kemerdekaan yang sebenarnya. Keadilan yang seharusnya menjadi dasar atas kehidupan Indonesia  perlu mendapatkan perhatian lebih. Bagaimana tidak, hukum yang diterapkan sama sekali tidak sesuai dengan keadilaan sesungguhnya.

Hukum masih tumpul terhadap para pemrintah dan tajam terhadap rakyat biasa. Tidak ada ruang bagi rakyat untuk mendapatkan keadilaan hidup, malah terkadang dibungkam sebelum bersuara. 

Katanya negara kita adalah negara hukum, ternyata hukum hanya berlaku untuk rakayat kecil. Inonesia sama sekali bukan negara demokrasi. Kekuasaan tidak ada ditangan rakyat, melainkan ditangan pemerintah.

Sobat Cahaya Islam, sebagai muslim yang baik kita perlu menegakan keadilaan sebagaimana tujuan islam dan Al-Qur’an diturunkan ke muka bumi. Tidak hanya karena itu, menegakan keadilan, merupakan salah satu perjuangan kita mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan.

Tujuan Indonesia merdeka, karena ingin mendapatkan perlakuan adil. Mendapatkan hak-haknya sebagai manusia. Tidak ada penjajahan, tidak ada perlakuan-perlakuan melangar hak asasi manusia serta masyarakat Indonesia menadaptakan hak-haknya untuk hidup dengan damai dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Semoga saja dengan bertambah panjangnya usia Indoneisa, keadilan-keadilan dapat benar direalisasikan dalam kehidupan negara ini.

Cinta Negara Bukti Keimanan

Dirghayu Indonesia

Islam mengajarkan untuk kita selalu mencintai tanah air, tanah kelahiran. Sebagaimana sikap yang dicontohkan nabi Muhammad, dalam sebuah hadits disebutkan.

Mencintai tanah air merupakan sunnah nabi. Perhatikan beberapa hal ini dalam mencintai negara,

  • Tidak boleh bertentangaan

Hal pertama yang perlu diperhatikan, mencintai tanah air tidak boleh bertentanagn dengan nilai-nilai islam, apalagi sampai melanggar aturan agama islam.

  • Memenuhi kewajiban negara

kewajiban negara yang dimaksud ialah pemenuhan kewajiban sebagai warga negara. Misalnya memberikan pajak, membuat kartu tanda penduduk, dan memenuhi kewajiban warga negara lainnya.

  • Tidak melebihi cinta terhadap Allah

Ketika lebih mencintai negara sendiri, melebihi kecintaannya terhadap agama islam hal ini tidak diperbolehkan. Sama saja dengan menyekutukan Allah.

Saat membela negraa pun itu harus diniatkan atas dasar rasa cinta kita terhadap Allah, bukan semata-mata hanya mencintai negara. Meninggal dalam peperangan tanpa menghadirkan cinta pada Allah disebut syahid atau mati di jalan Allah.

  • Saling menghargai

Sebesar apapun rasa cinta terhadap negara, kita pun harus mampu menghargai orang lain. Misalnya bereteman dengan orang luar negeri, tidak boleh menjelek-jelekan negaranya. Bahkan yang perlu dilakukan sama-sama mengangkat keindahan negara masing-masing.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

Mencintai negara, tidak boleh membutakan mata hati kita untuk terus menerapkan hukum-hukum islam. Sebagai umat muslim kita memiki pedoman hidup yakni Al-Qu’an dan As-sunnah.

Dirgahyu Indonesia, semoga negara Indonesia lekas membaik dari virus yang sedang mewabah dan dari ketidak adilan yang baru-baru ini menjajah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY